Gianpiero Lambiase, insinyur balapan senior Max Verstappen, tengah bernegosiasi untuk meninggalkan Red Bull Racing demi menempati posisi manajemen tingkat atas di tim rival. Dua tim Formula 1, Aston Martin dan Williams, dilaporkan bersaing ketat untuk mengamankan jasanya.
Jika terwujud, kepergian Lambiase akan menjadi eksodus profil tinggi terbaru dari tim yang bermarkas di Milton Keynes, yang dalam setahun terakhir ditinggal sejumlah figur kunci.
Menurut laporan The Race, Aston Martin telah membuka pembicaraan dengan Lambiase terkait posisi strategis di level principal tim atau CEO, seiring agenda restrukturisasi besar-besaran.
Namun, Autosport dan Motorsport.com menyebut Williams juga masuk dalam perburuan. Bahkan, penyiar Radiobox mengklaim Lambiase nyaris mencapai kesepakatan dengan tim berbasis di Grove itu sebelum Natal.
Lambiase, insinyur Inggris-Italia berusia 45 tahun, merupakan figur sentral di balik dominasi Verstappen sejak 2016. Ia berperan penting dalam mengantar sang pebalap meraih empat gelar juara dunia Formula 1. Namun, faktor personal disebut menjadi alasan utama keinginannya mengurangi intensitas kehadiran di lintasan.
Pada musim 2025, Lambiase absen dalam dua seri—Austria dan Belgia—karena alasan pribadi. Istrinya, Eloise, baru-baru ini mengungkap melalui media sosial bahwa ia tengah berjuang melawan kanker payudara dan telah mencapai “tonggak besar” dalam proses pemulihannya selama periode Natal.
Eksodus Berlanjut di Red Bull
Potensi hengkangnya Lambiase menambah daftar panjang figur penting yang meninggalkan Red Bull. Dalam setahun terakhir, tim ini kehilangan mantan kepala tim Christian Horner, yang diberhentikan pada Juli dan digantikan Laurent Mekies. Penasihat motorsport legendaris Helmut Marko juga mengumumkan pensiun pada awal Desember.
Lingkaran teknis Verstappen ikut tergerus. Kepala mekanik Matt Caller hijrah ke Audi, disusul insinyur performa Tom Hart, insinyur sistem kontrol Michael Manning, dan insinyur mesin David Mart. Mantan direktur olahraga Jonathan Wheatley kini memimpin proyek Audi F1, sementara legenda desain Adrian Newey telah lebih dulu bergabung dengan Aston Martin.
Williams vs Aston Martin
Persaingan mendapatkan Lambiase mencerminkan ambisi besar kedua tim. Williams, yang finis kelima di klasemen konstruktor 2025—hasil terbaik sejak 2017—dinilai cocok dengan hasrat Lambiase untuk membangun kembali kejayaan tim legendaris. Kepala tim James Vowles disebut memimpin langsung negosiasi.
Namun Aston Martin dinilai memiliki keunggulan strategis. Tim asal Silverstone ini didukung kekuatan finansial besar, serta memiliki kedekatan historis dengan Lambiase yang pernah bekerja di era Jordan, Midland, Spyker, hingga Force India.
Kehadiran Adrian Newey sebagai figur sentral proyek Aston Martin juga diyakini menjadi faktor penarik utama. Sejumlah pengamat bahkan menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk suatu hari merekrut Verstappen.
Apabila Lambiase benar-benar hengkang—atau memilih beralih ke peran berbasis pabrik—Simon Rennie, yang sempat menggantikannya pada 2025, diperkirakan akan menjadi race engineer baru Verstappen.