JATENG – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sejak Sabtu kemarin menyebabkan tiga sungai utama meluap. Akibatnya, enam kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Toroh, Purwodadi, Tawangharjo, Kedungjati, Gubug, dan Tegowanu.
Banjir ini menggenangi 2.815 rumah dan memaksa 150 warga mengungsi ke Gereja Desa Ringinkidul. Selain itu, infrastruktur juga mengalami kerusakan, termasuk satu jembatan rel kereta api di Desa Papanrejo serta tanggul sungai di Desa Sukorejo dan Desa Baturagung. Jalan sepanjang 30 meter di Desa Baturagung pun terputus akibat derasnya arus banjir.
Kondisi terkini menunjukkan air mulai surut di beberapa titik. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan bersama tim gabungan masih terus melakukan upaya penanganan darurat. Mereka telah menyalurkan 3.000 karung pasir untuk memperkuat tanggul, menerjunkan perahu karet, dan menyiagakan personel di area terdampak. Selain itu, alat berat seperti tiga unit ekskavator dan satu unit dozer dikerahkan guna mempercepat proses pemulihan.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca pada 10-12 Maret, wilayah Grobogan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat disertai petir. Oleh karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan petugas terkait untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan serta memastikan keselamatan warga.