Detik-detik menegangkan menyelimuti kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Menjelang upaya eksekusi pengosongan paksa yang dijadwalkan pada Kamis (18/6/2026) besok, eskalasi pengamanan dan konsentrasi massa di sekitar Hotel Sultan terpantau meningkat tajam pada Rabu (17/6/2026) sore.
Meski dikepung oleh aparat bersenjata dan gelombang massa, denyut nadi operasional di dalam hotel legendaris ini dilaporkan masih berjalan normal. Para pegawai tetap profesional melayani para tamu yang tersisa, walaupun atmosfer di lobi terasa jauh lebih sepi dari hari biasanya.
Pergerakan Massa Berbaju Biru dan Barikade Polisi
Suasana di luar hotel justru menunjukkan pemandangan kontras yang mencolok. Blokade ketat mulai diterapkan di berbagai titik strategis. Sejumlah kendaraan taktis (rantis) dan truk pengangkut personel kepolisian menyemut di area sekitar kompleks Gelora Bung Karno (GBK) sejak pukul 14.30 WIB.
Kelompok massa berbaju biru tampak berkerumun di gerbang utama. Seiring berjalannya waktu, sebagian dari mereka berhasil merangsek masuk ke area dalam halaman hotel.
Berdasarkan kesaksian warga di lapangan, massa berbaju biru tersebut diduga masuk memanfaatkan celah khusus karena jalur utama protokol di sekitar Senayan sudah mulai disterilisasi oleh aparat.
“Yang baju biru itu dari dalam Hotel Sultan, karena semua akses jalan (umum) di luar sudah ditutup,” ujar Eni (bukan nama sebenarnya), seorang pedagang kopi di area Parkir Timur Senayan.
Imbas ke Area GBK: Penutupan Sementara di Beberapa Titik
Rencana pengosongan lahan ini terpaksa membuat manajemen GBK dan kepolisian melakukan pembatasan ruang gerak publik. Beberapa ruas jalan di kawasan ring dalam GBK yang berbatasan langsung dengan hotel mulai ditutup sementara demi mengantisipasi gesekan.
Meski demikian, pengetatan ini tidak sepenuhnya menyurutkan aktivitas warga Jakarta. Di beberapa sudut dalam kompleks olahraga GBK yang agak jauh dari lokasi, sejumlah warga terpantau masih asyik melakukan rutinitas jogging dan olahraga sore seperti biasa.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Hotel Sultan masih berada dalam status siaga satu namun tetap kondusif. Isu yang beredar menyebutkan bahwa gelombang massa yang lebih besar akan kembali datang esok hari tepat saat proses eksekusi pengosongan resmi dimulai.