Langkah Pakuwon Group memasang benteng pagar besi setinggi 2,5 meter di sejumlah pusat perbelanjaan ternama di Surabaya mendadak jadi sorotan hangat netizen. Rekaman video perakitan pagar tersebut viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi liar—mulai dari isu ancaman krisis ekonomi hingga kekhawatiran akan aksi penjarahan.
Menanggapi kepanikan publik, manajemen Pakuwon Group menegaskan bahwa proyek tersebut murni merupakan langkah peningkatan fasilitas keamanan, keselamatan pejalan kaki, serta peremajaan aset rutin perusahaan.
Alasan Nyata di Balik Pemasangan Pagar 4 Mal Raksasa
Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, membeberkan alasan spesifik di balik pembentengan masing-masing mal:
1. Pakuwon Mall (Surabaya Barat)
Adanya pembangunan proyek infrastruktur jalan baru (Radial Road) di sekitar area mal. Pagar mencegah risiko kecelakaan lalu lintas dan melindungi keselamatan pejalan kaki atau pengunjung yang berjalan menuju area mall.
2. Tunjungan Plaza (TP)
Lokasi mal berada tepat di kawasan rawan demonstrasi, yakni di dekat Gedung Negara Grahadi. Pagar permanen ini dipasang agar tim keamanan tidak perlu lagi bongkar-pasang barikade portabel setiap kali ada gelombang unjuk rasa.
3. Royal Plaza
Usia pagar lama yang sudah menginjak hampir satu dekade. Pagar bertujuan peremajaan aset karena struktur besi lama sudah lapuk dan keropos. Penggantian dilakukan serentak dengan mal lain agar biaya lebih efisien.
4. Pakuwon City Mall
Sama seperti Royal Plaza, yakni pembaruan fasilitas lama. Pagar untuk mengganti material usang dengan bahan konstruksi baru yang jauh lebih kokoh.
Sutandi juga membantah keras narasi di media sosial yang menyebut keuangan perusahaan atau iklim ritel sedang lesu. Sebaliknya, performa bisnis Pakuwon Group sepanjang awal tahun ini justru menunjukkan tren yang sangat positif.
“Kalau ada yang bilang ekonomi tidak baik-baik saja, sebenarnya Pakuwon Group ini justru kinerjanya sedang bagus di semester pertama tahun 2026. Pakuwon ini perusahaan terbuka (Tbk.), jadi laporan keuangannya transparan dan bisa dicek publik. Kondisi ritel hingga libur sekolah kemarin pun semuanya berjalan sangat baik,” pungkas Sutandi.