BOGOR – Niat mencari rezeki lewat pekerjaan fotografi malah berujung petaka. Seorang fotografer lepas menjadi korban begal setelah mendapat tawaran jasa dokumentasi dari seseorang yang mengaku sebagai penyelenggara acara.
Korban yang menggunakan akun media sosial *khyazazel* itu kehilangan sepeda motor dan peralatan fotografi dalam kejadian di depan sebuah SMP di kawasan Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Awalnya, korban mendapat tawaran untuk mendokumentasikan sebuah acara. Tawaran tersebut disampaikan oleh seseorang yang mengaku sebagai pihak event organizer (EO).
Korban yang tidak menaruh curiga kemudian menyanggupi pekerjaan tersebut. Ia lantas mendatangi lokasi yang telah disepakati untuk bertemu dengan orang yang menawarkan pekerjaan.
Namun, setibanya di lokasi, korban malah berhadapan dengan tiga pria tak dikenal.
Bukan orang yang hendak memberikan pekerjaan, ketiga pria tersebut justru membawa senjata tajam jenis celurit. Korban kemudian diancam dan menjadi sasaran perampasan.
Dalam hitungan cepat, sepeda motor korban dibawa kabur. Tas berisi kamera dan perlengkapan fotografi yang telah dipersiapkan untuk pekerjaan tersebut juga ikut dirampas.
Korban tak mampu berbuat banyak. Selain kalah jumlah, para pelaku juga membawa senjata tajam sehingga korban memilih tidak melakukan perlawanan.
Usai kejadian, korban langsung mendatangi Polsek Gunungputri. Laporan kemudian dibuat agar kasus tersebut dapat ditindaklanjuti polisi.
Kapolsek Gunungputri AKP Hillal Adi Imawan membenarkan adanya laporan dugaan pencurian dengan kekerasan tersebut.
“Benar. Korban juga sudah membuat laporan polisi. Saat ini tim sedang melakukan check TKP dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Hillal saat dikonfirmasi, Rabu (23/9/2026).
Polisi langsung bergerak melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Petugas juga mengumpulkan sejumlah petunjuk dan keterangan untuk mengungkap identitas para pelaku.
Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Gunungputri masih mendalami keterangan korban dan saksi. Bukti-bukti yang ditemukan di lapangan turut dikumpulkan untuk membantu proses penyelidikan.
Tiga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut kini masih dalam pengejaran polisi.
Kasus begal dengan modus tawaran pekerjaan fotografi ini juga menyebar di media sosial dan menjadi perhatian warganet.