JAKARTA — Tragedi meninggalnya Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Lampung (Unila), saat mengikuti pendidikan dasar (Diksar) Mapala, menuai kecaman luas.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menuntut Kepolisian segera mengusut kasus ini secara menyeluruh.
Dalam pernyataannya pada Jumat (6/6/2025), legislator dari Fraksi Gerindra itu mengungkapkan duka mendalam dan menekankan pentingnya penegakan hukum bagi pelaku kekerasan yang terlibat dalam kegiatan Diksar tersebut.
“Sebagai alumni Unila kami sangat berduka, kami akan kawal pengusutan kasus ini hingga tuntas. Oknum yang melakukan kekerasan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” ujarnya dalam siaran pers.
Habiburokhman menyoroti bahwa tradisi Diksar semestinya bukan menjadi ruang kekerasan. Ia membandingkan dengan pengalaman pribadinya saat kuliah di era 90-an, di mana kegiatan serupa hanya mencakup latihan fisik standar tanpa unsur kekerasan.
“Kami menyesalkan tewasnya junior kami mahasiswa FE Unila saat menjalani Diksar Mapala. Sulit dimengerti mengapa di era sekarang ada oknum yang melakukan kekerasan dalam Diksar seperti itu,” lanjutnya.
Sementara itu, penyelidikan masih terus berjalan. Kepolisian Daerah (Polda) Lampung telah memeriksa lima mahasiswa yang ikut dalam kegiatan Diksar Mapala. Mereka dimintai keterangan sebagai saksi untuk mengungkap kronologi meninggalnya Pratama.
Kematian Pratama telah menggugah banyak pihak, termasuk kalangan akademisi dan publik luas, agar kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa tetap menjunjung tinggi nilai keselamatan dan kemanusiaan.
DPR memastikan akan mengawasi jalannya proses hukum agar tragedi serupa tak kembali terulang di masa mendatang.
Seperti diketahui, Pratama mengembuskan napas terakhir pada 28 April 2025.
Sebelumnya, ia bersama rekan-rekannya mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) anggota baru Mahasiswa Ekonomi Pecinta Lingkungan (Mahepel) Unila pada 11-14 November 2024.
Selama diksar di Gunung Betung, Pesawaran, Pratama dan rekan-rekannya diduga mengalami kekerasan fisik oleh para seniornya.***