JAKARTA – Ketua Umum GM FKPPI, Dwi Rianta Soerbakti, menegaskan komitmen organisasi untuk selalu berada di garda depan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“GM FKPPI merasa terpanggil untuk ikut menjaga NKRI. Kami menolak segala bentuk anarki dan penjarahan yang dapat merusak sendi kehidupan masyarakat. Keamanan dan ketertiban adalah syarat agar bangsa ini tetap utuh dan kuat,” ujar Dwi.
Dwi juga menegaskan GM FKPPI siap mendukung aparat TNI dan Polri dalam menjaga keamanan. “Kami akan selalu berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Seluruh kader GM FKPPI di daerah kami minta untuk aktif membantu menjaga kondusivitas, sekaligus menjadi penghubung aspirasi masyarakat,” tambahnya.
Menjaga Demokrasi
Menurut Dwi, perbedaan pendapat dan aksi demonstrasi adalah bagian dari demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar aspirasi disampaikan dengan cara yang tertib dan bermartabat.
“Demokrasi harus kita jaga bersama. Aspirasi boleh disuarakan, tapi jangan sampai berubah menjadi tindakan anarkis. GM FKPPI akan selalu mendorong cara-cara damai,” jelasnya.
Pola Baru Aksi Massa
Sekretaris PD XIII GM FKPPI Jawa Timur, Didik Prasetiyono, menekankan pentingnya kewaspadaan pemerintah dan aparat dalam menghadapi dinamika aksi massa.
“Negara perlu mengambil pelajaran dari perkembangan belakangan ini. Karakter aksi massa saat ini menunjukkan pola berbeda, umumnya dimulai pada sore hari dan berlangsung hingga dini hari. Hal ini menuntut sistem deteksi dini yang lebih baik agar langkah antisipatif dapat dilakukan secara tepat,” ujarnya.
Didik juga menyoroti adanya indikasi modus baru yang lebih berisiko. “Kami mengamati adanya penggunaan mercon serta upaya pembakaran dalam beberapa aksi. Pola ini menimbulkan ancaman keselamatan yang serius. Oleh karena itu, penting bagi seluruh institusi—baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat sipil—untuk memperkuat kapasitas mitigasi risiko, termasuk melalui latihan bersama dan simulasi yang terencana,” tegasnya.
Komitmen GM FKPPI
GM FKPPI menegaskan seluruh kader siap menjaga NKRI, berdiri di tengah masyarakat, mendukung TNI dan Polri dalam menjaga keamanan, serta menyalurkan aspirasi masyarakat secara damai. Dengan cara ini, demokrasi tetap berjalan sehat dan masyarakat terlindungi dari dampak negatif anarki maupun kekerasan.