Ikon Kota Tomohon, Gunung Lokon, kini tengah berada dalam pantauan ketat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi baru saja merilis peringatan dini bagi warga dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan. Hingga Sabtu (18/4/2026), gunung api ini masih bertahan di Level II (Waspada) dengan potensi bahaya yang tidak bisa disepelekan.
Ancaman βSenyapβ: Gas Beracun dan Erupsi Freatik
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menekankan bahwa ancaman utama Gunung Lokon saat ini bukan hanya letusan besar, melainkan fenomena yang sering terjadi tiba-tiba.
βPotensi ancaman saat ini adalah kemungkinan keluarnya gas beracun secara sewaktu-waktu dari kawah, serta erupsi freatik yang bisa terjadi secara mendadak tanpa tanda-tanda signifikan,β jelas Lana Saria.
Erupsi freatik sangat diwaspadai karena dipicu oleh kontak uap panas magma dengan air di bawah permukaan, sehingga seringkali sulit diprediksi secara visual.
Data Kegempaan: Masih Fluktuatif
Berdasarkan evaluasi periode akhir Maret 2026, perut Gunung Lokon masih menunjukkan aktivitas yang cukup aktif. Tercatat puluhan kali gempa vulkanik dangkal dan embusan asap putih setinggi 25 meter dari kawah. Berikut adalah rincian aktivitas kegempaannya:
-
42 kali gempa embusan
-
43 kali gempa vulkanik dangkal
-
7 kali gempa vulkanik dalam
-
61 kali gempa tektonik jauh
Zona Merah dan Rekomendasi Keselamatan
Pemerintah telah menetapkan radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan sebagai area steril. Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas di dalam zona bahaya tersebut.
Selain ancaman dari puncak, bahaya sekunder berupa lahar dingin juga mengintai. Warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di puncak Lokon diminta waspada jika terjadi hujan deras dengan durasi lama di area puncak.
Panduan Jika Terjadi Hujan Abu:
Jika terjadi peningkatan aktivitas yang memicu hujan abu, masyarakat diimbau melakukan langkah perlindungan diri berikut:
-
Berlindung di dalam rumah guna menghindari paparan abu secara langsung.
-
Gunakan masker pelindung hidung dan mulut jika terpaksa keluar ruangan.
-
Gunakan kacamata untuk mencegah iritasi mata akibat debu vulkanik yang tajam.
Pemerintah setempat bersama instansi terkait akan terus memantau pergerakan Gunung Lokon secara intensif selama 24 jam guna memastikan keselamatan seluruh warga Tomohon.