JAKARTA – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah fluktuatif harga minyak dunia. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, kebijakan menahan harga BBM subsidi hingga akhir 2026 merupakan ahsil koordinasi lintas kementerian di bawah instruksi langsung Presiden.
“Saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden. Saya itu cuma tangannya Presiden saja,” ujar Purbaya saat makan siang bersama wartawan di kantin Kemenkeu, Selasa (7/4/20226).
Ia menambahkan, Presiden secara detail mempertimbangkan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah rutin melakukan simulasi skenario harga minyak mentah untuk memastikan kebijakan tepat sasaran. “Harga 80 gimana? Harga 90 begini, harga 100 begini. Itu tergantung dari bapak Presiden,” jelasnya.
Meski kondisi global tidak menentu, Purbaya menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Ia memastikan kondisi fiskal negara cukup kuat menopang kebijakan subsidi, dengan Saldo Anggaran Lebih (SAL) mencapai Rp420 triliun sebagai bantalan.
“Teman-teman nggak usah takut. Karena saya memastikan uangnya ada. Simulasi saja berapa harga. Belum kita hitung sumber-sumber lain pendapatan,” pungkasnya.