JAKARTA — Penguatan keselamatan dan keandalan operasional jalan tol nasional menjadi fokus utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/2026). Sektor infrastruktur konektivitas terus disorot seiring pentingnya peran jalur darat terhadap efisiensi logistik dan mobilitas warga.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menekankan pentingnya responsivitas layanan dan empati sosial di tengah situasi tanggap darurat bencana.
“Di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, izinkan kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana yang melanda saudara-saudara kita di NTT. Duka mereka adalah duka kita bersama,” katanya.
Kapasitas Operasional dan Pengawasan Digital
Berdasarkan data operasional terkini, total konsesi jalan tol yang dikelola tercatat sepanjang 1.736 kilometer (km) yang terbagi dalam 36 konsesi. Dari jumlah tersebut, ruas tol komersial yang telah beroperasi secara aktif mencapai 1.294 km, atau menguasai sekitar 42 persen pangsa pasar tol komersial di Indonesia.
Untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, pengawasan terpusat dilakukan memanfaatkan pengolahan data lalu lintas secara real-time melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Di tingkat pengguna, pemantauan kondisi jalan disalurkan lewat aplikasi Travoy yang menyediakan akses kamera pengawas (CCTV), rincian tarif, kondisi tempat istirahat (rest area), hingga panggilan darurat via saluran One Call Center 133.
Tantangan Koordinasi Lintas Sektor
Kelancaran lalu lintas jalan tol tidak hanya bergantung pada pengelola, melainkan juga sinergi lintas instansi. Pengaturan arus lalu lintas, penindakan pelanggaran, hingga penanganan kecelakaan di jalan tol membutuhkan koordinasi ketat dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan, serta Danantara Indonesia.
“Kebersamaan dan kolaborasi merupakan bagian penting dalam menjalankan operasional untuk memastikan layanan kepada pengguna jalan dapat berjalan dengan baik,” ujar Rivan.
Pengembangan infrastruktur jalan tol ini diselaraskan dengan program Asta Cita Pemerintah, khususnya poin ketiga mengenai penguatan infrastruktur dan poin keenam terkait pemerataan pembangunan ekonomi wilayah. Efektivitas penataan jaringan jalan tol tersebut diharapkan dapat menekan biaya logistik dan menjaga kelancaran pasokan barang antarwilayah di Indonesia.



