Indonesia mengawali tahun 2026 dengan performa ekonomi yang gemilang. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, resmi melaporkan bahwa realisasi investasi sepanjang Januari hingga Maret (Kuartal I) 2026 sukses menyentuh angka Rp498,79 triliun.
Pencapaian ini bukan hanya sekadar angka, melainkan bukti ketangguhan iklim investasi nasional. Pasalnya, realisasi tersebut mencapai 100,36% dari target yang ditetapkan sebesar Rp497 triliun, atau tumbuh 7,22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).
Investasi yang masuk bukan hanya angka di atas kertas, tapi berdampak nyata pada dapur masyarakat. Rosan mengungkapkan bahwa gelombang investasi ini telah berhasil menyerap sebanyak 706.569 tenaga kerja Indonesia. Angka penyerapan kerja ini tumbuh signifikan sebesar 18,93% dibandingkan tahun sebelumnya.
Keseimbangan Modal: Lokal vs Asing
Salah satu sorotan menarik adalah komposisi modal yang masuk, di mana kekuatan modal dalam negeri dan asing hampir berimbang secara sempurna:
-
Penanaman Modal Asing (PMA): Rp249,94 triliun (50,11%)
-
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Rp248,84 triliun (49,89%)
Kepercayaan dunia internasional terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo terlihat dari deretan negara yang menggelontorkan dananya ke tanah air. Berikut adalah daftar 5 negara investor terbesar di awal 2026:
-
Singapura: US$ 4,6 miliar
-
Hong Kong: US$ 2,7 miliar
-
China: US$ 2,2 miliar
-
Amerika Serikat: US$ 1,7 miliar
-
Jepang: US$ 1 miliar
“Alhamdulillah, capaian ini melampaui target. Ini menunjukkan optimisme investor, baik dari dalam maupun luar negeri, tetap sangat tinggi terhadap masa depan ekonomi Indonesia,” pungkas Rosan di depan awak media di Istana Kepresidenan, Selasa (21/4/2026).
Pencapaian di kuartal pertama ini menjadi fondasi yang kokoh bagi pemerintah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih ambisius di sisa tahun 2026.