Suasana haru biru dan isak tangis keluarga mengiringi proses pemakaman Erika Fitri Wardani, dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UM Babel), bersama suami dan kedua anaknya. Jenazah satu keluarga korban kecelakaan maut tersebut dikebumikan dalam satu liang lahat di kampung halaman mereka di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Minggu (25/10/2026).
Pemulangan jenazah dari Kepulauan Bangka Belitung difasilitasi penuh oleh pihak kampus melalui jalur darat. Rombongan diberangkatkan dari RSUD Pangkalpinang pada Sabtu (24/10/2026) sore, menyeberang via Pelabuhan Tanjung Kalian, melintasi Sumatera Selatan, hingga akhirnya tiba di rumah duka di Bengkulu pada Minggu sore.
Rektor UM Babel, Fadhillah Sabri, menyampaikan rasa duka yang amat mendalam atas kepergian tragis dosen berprestasi beserta keluarganya.
“Alhamdulillah banyak warga yang ikut mengiringi pemakaman. Setibanya di lokasi, liang lahat dan persiapan pemakaman telah disiapkan dengan baik oleh warga setempat,” ujar Fadhillah saat dihubungi, Minggu (25/10/2026).
Sosok Berdedikasi dan Rencana Pelantikan yang Tinggal Kenangan
Kepergian Erika meninggalkan luka yang teramat dalam bagi sivitas akademika UM Babel. Semasa hidupnya, almarhumah dikenal sebagai sosok pendidik yang ramah, berdedikasi tinggi, dan sangat aktif di bidang akademik.
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja cemerlangnya di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), kampus baru saja menganugerahinya beasiswa penuh untuk melanjutkan studi doktor (S3) Ilmu Pendidikan di Yogyakarta. Tak hanya itu, Erika juga dijadwalkan segera mengemban amanah baru sebagai Kepala Perpustakaan UM Babel pada bulan depan.
“Beliau dikenal sebagai dosen yang sangat baik dan penuh dedikasi. Tahun ini kami berikan beasiswa S3 di Yogyakarta. Bulan depan bahkan rencananya akan dilantik sebagai Kepala Perpustakaan UM Babel, tapi Allah SWT lebih sayang pada almarhumah,” kenang Fadhillah dengan nada haru.
Kronologi Kecelakaan Maut di Bangka Tengah
Tragedi nahas ini merenggut nyawa Erika bersama suami dan dua anaknya yang masih duduk di bangku SD dan TK. Peristiwa tragis tersebut terjadi di ruas jalan raya Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (24/10/2026) siang.
Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Agus Sugiyarso, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika mobil Honda Brio merah marun berpelat nomor BN 1945 BL yang dikemudikan korban melaju dari arah Pangkalpinang.
Berdasarkan olah TKP sementara, mobil Honda Brio tersebut diduga kehilangan kendali, sehingga melebar ke jalur kanan dan bertabrakan adu kambing dengan truk Fuso Hino hijau bernomor polisi BN 8720 PD dari arah berlawanan.
Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek parah dan terjepit di bawah kolong truk, mengakibatkan keempat penumpang di dalamnya meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.
Kini, seluruh anggota keluarga tercinta telah beristirahat dengan tenang dalam satu pusara di tanah kelahiran mereka di Bengkulu, meninggalkan kenangan abadi serta teladan dedikasi bagi dunia pendidikan Indonesia.