MALUKU TENGAH – Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX mendorong keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Maluku. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kodaeral IX di Balai Negeri Saleman, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman warga sekaligus membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah tersebut.
Pembentukan MPA menjadi salah satu langkah pencegahan dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam mendeteksi dan menangani kebakaran sejak dini. Terlebih, sebagian warga Negeri Saleman menggantungkan penghidupan dari hasil perkebunan, termasuk pala dan cengkeh yang rentan terdampak kebakaran.
Kegiatan komunikasi sosial (Komsos) TNI tersebut dipimpin Komandan Satgas Karhutla Kodaeral IX, Letda Laut (T) Arya Maulana Kampai. Dalam penyuluhan itu, personel Satgas memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar kebencanaan, mitigasi, potensi ancaman karhutla, hingga dampaknya terhadap keselamatan jiwa, kesehatan, lingkungan, dan perekonomian masyarakat.
Warga juga mendapatkan pembekalan mengenai cara mengelola lahan perkebunan tanpa menggunakan api. Selain itu, materi mencakup pembuatan jalur sekat bakar, patroli rutin di kawasan rawan kebakaran, serta mekanisme pelaporan dan koordinasi apabila ditemukan titik api.
Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi kawasan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Sebab, kebakaran tidak hanya berpotensi merusak ekosistem hutan, tetapi juga mengancam keberlangsungan aktivitas ekonomi warga.
Selain memberikan edukasi, Satgas Karhutla Kodaeral IX turut memandu tahapan pembentukan MPA Negeri Saleman. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab anggota, pemetaan wilayah rawan kebakaran, serta keterampilan teknis dalam melakukan penanganan awal.
Pembekalan juga mencakup pengenalan dan penggunaan peralatan pemadam kebakaran serta prosedur keselamatan ketika bertugas di lapangan. Dengan kemampuan tersebut, anggota MPA diharapkan dapat melakukan langkah awal secara tepat ketika menemukan indikasi kebakaran.
Tidak hanya melalui penyampaian materi, kegiatan tersebut juga dilengkapi praktik pengoperasian alat pemadam api ringan (APAR). Satgas turut memberikan pemahaman mengenai mekanisme komunikasi dan pelaporan melalui posko siaga agar informasi mengenai kemunculan titik api dapat segera ditindaklanjuti.
Komandan Satgas Karhutla Kodaeral IX, Letda Laut (T) Arya Maulana Kampai, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Komandan Kodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas agar penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Menurut dia, upaya penanganan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar. Pencegahan melalui edukasi dan keterlibatan masyarakat perlu diperkuat agar warga memiliki kemampuan untuk mengenali potensi kebakaran serta mengambil langkah antisipasi.
“Penanganan Karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman ketika api sudah membesar. Upaya pencegahan melalui edukasi, peningkatan kesadaran, dan pelibatan aktif masyarakat menjadi kunci agar warga memiliki kemampuan serta kemandirian dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini,” tegas Arya.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar menjadikan pencegahan karhutla sebagai tanggung jawab bersama, terutama dalam menjaga kawasan perkebunan dan lingkungan sekitar.
“Jangan menunggu api membesar. Cegah sejak dini, lindungi kebun, jaga lingkungan, dan selamatkan sumber penghidupan serta masa depan generasi penerus,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Pemerintahan Negeri Saleman Ramli Laluhun, Ketua Pemuda Negeri Saleman Murat Upuoalat, Staf Pemerintahan Negeri Saleman Honga Laluhun, pemilik kebun, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Melalui kegiatan ini, Kodaeral IX berupaya memperkuat sinergi dengan masyarakat, TNI-Polri, Bakamla RI, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam pencegahan serta penanggulangan karhutla di Maluku.
Pembentukan MPA di Negeri Saleman diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan warga, khususnya dalam melakukan deteksi dini, patroli kawasan rawan, dan penanganan awal kebakaran. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang terdampak ketika kebakaran terjadi, tetapi juga berperan aktif dalam mencegah meluasnya karhutla.