JAKARTA – Para pemimpin organisasi bisnis Korea Selatan berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para korban kecelakaan pesawat Jeju Air yang tragis dalam sebuah upacara bersama di altar peringatan pada Selasa (31/12) dilansir dari Yonhap.
Mereka turut merasakan duka cita nasional yang mendalam atas peristiwa yang terjadi pada hari Minggu lalu di Muan, barat daya Korea Selatan, yang merenggut nyawa 179 orang.
Sohn Kyung-shik, Ketua Federasi Perusahaan Korea, mengunjungi altar peringatan yang ditempatkan di depan Balai Kota Seoul, untuk menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Sementara itu, Yoon Jin-sik, Ketua Asosiasi Perdagangan Internasional Korea (KITA), juga hadir di altar yang sama, seperti yang dikonfirmasi oleh pejabat industri.
Menanggapi masa berkabung nasional yang diumumkan pemerintah yang akan berlangsung hingga hari Sabtu, KITA memutuskan untuk membatalkan acara pesta akhir tahun yang semula direncanakan pada hari Senin. Sejumlah perusahaan juga turut menunda atau membatalkan acara Tahun Baru mereka.
Salah satunya adalah Hyundai Motor Group, yang memilih untuk menunda pertemuan tahunan awal Tahun Baru yang biasanya digelar pada Jumat, dan dijadwalkan ulang pada Senin. Acara yang biasanya dihadiri oleh Ketua Euisun Chung ini merupakan salah satu pertemuan penting bagi grup tersebut. Selain itu, sebagai tanda penghormatan, Hyundai juga menurunkan bendera di kantor pusatnya di Seoul Selatan.
Langkah-langkah serupa juga diambil oleh berbagai pihak, dengan banyak perusahaan dan organisasi menggelar tindakan penghormatan bagi korban tragedi kecelakaan penerbangan terburuk di Korea Selatan dalam lebih dari dua dekade terakhir.
Beberapa organisasi bisnis terkemuka, termasuk Kamar Dagang dan Industri Korea serta Federasi Perusahaan Pasar Menengah Korea, telah mengeluarkan pernyataan belasungkawa kepada keluarga korban. Banyak yang juga memutuskan untuk menunda atau membatalkan perayaan Tahun Baru mereka sebagai bentuk solidaritas.
Pemerintah Korea Selatan pun telah mendirikan hampir 90 altar peringatan di 17 kota besar dan provinsi di seluruh negeri, memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan penghormatan kepada para korban.