Insiden tragis mewarnai gelaran Speed Fest #2, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 yang berlangsung di kompleks GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tribun VIP nonpermanen mendadak roboh dan mengakibatkan sedikitnya 90 orang penonton mengalami luka-luka.
Polresta Banyumas yang turun tangan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan indikasi awal bahwa penumpukan massa saat pembagian suvenir (merchandise) menjadi pemantik utama robohnya struktur tribun tersebut.
“Kami sudah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab robohnya panggung atau tribun tersebut. Penyelidikan hingga kini masih terus berjalan,” terang Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, Senin (27/7/2026).
Kronologi Pemicu: Aksi Selebrasi Berujung Beban Tak Seimbang
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dan pendalaman saksi-saksi di lokasi, insiden berawal saat sejumlah drifter melakukan aksi selebrasi dengan membagikan serta melemparkan kaus ke arah tribun VIP.
Penyebab runtuhnya tribun nonpermanen tersebut dipicu oleh beberapa dinamika massa. Lemparan kaus memicu kerumunan penonton bergerak secara mendadak dan saling berdesakan untuk saling berebut.
Karena kaus dilemparkan lebih dari satu kali, pergerakan penonton terfokus pada titik-titik tertentu sehingga beban struktur menjadi tidak seimbang. Goyangan hebat dan desakan penonton dalam waktu bersamaan membuat tiang dan penopang tribun nonpermanen bergeser hingga akhirnya ambruk total.
“Karena lemparannya ke arah tribun VIP, pengunjung yang berada di sana menjadi tidak beraturan. Terjadi pergeseran dan goyang-goyang berulang hingga akhirnya roboh,” tambah Petrus.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa temuan mengenai aksi pelemparan kaus masih menjadi kesimpulan sementara. Penyidik Polres Banyumas saat ini terus mengumpulkan bukti tambahan, memeriksa pihak penyelenggara, serta mengevaluasi kelaikan konstruksi tribun nonpermanen yang digunakan dalam ajang otomotif tersebut.