JAKARTA – Seorang kuli bangunan tewas setelah tertimpa tembok di Jalan Mangga, Tugu Utara, Koja. Kejadian itu saat korban sedang menggali tanah untuk pondasi bangunan.
Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Alex Chandra mengatakan korban yang diketahui Berinisial S (35) tewas setelah tertimpa tembok bangunan yang tiba-tiba roboh.
“Kejadiannya saat korban sedang bekerja menggali tanah untuk pondasi bangunan, Padahal jam istirahat,” ucapnya.
Chandra menambahkan setelah tertimpa, korban mengalami luka parah di bagian kepala yang menyebabkan kematian.
“Korban ini mengalami luka parah di bagian kepala yang membuat korban meninggal dunia,”tambahnya.
Kronologi Kejadian
Saat kejadian, korban diketahui sedang bekerja sendirian menggali tanah untuk pondasi bangunan. Tiba-tiba, tembok bangunan di atasnya roboh dan menimpa tubuhnya hingga ia terjatuh. Pekerja lain yang sedang istirahat langsung berusaha menolong, namun nyawa korban tidak tertolong.
Tim kepolisian yang mendapat laporan langsung menuju lokasi kejadian perkara (TKP). Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Korban meninggal dunia di lokasi dan saat ini jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan atas kejadian tersebut,” jelas AKP Alex Chandra.
Proses Penyidikan
Petugas kepolisian telah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah saksi. “Kami juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan masih melakukan proses penyelidikan atas kasus ini,” tambahnya.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar keselamatan di lokasi proyek. Pihak berwenang diduga akan menyelidiki lebih lanjut apakah ada kelalaian dalam pengawasan atau konstruksi yang menyebabkan robohnya tembok tersebut.
Keselamatan Kerja Jadi Sorotan
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di proyek-proyek konstruksi. Pekerja konstruksi seringkali menghadapi risiko tinggi, terutama jika tidak ada pengawasan ketat terhadap kondisi bangunan dan alat-alat berat.
Keluarga korban saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak proyek untuk menuntaskan proses hukum dan kompensasi. Masyarakat pun diharapkan lebih waspada terhadap potensi bahaya di lokasi proyek konstruksi.


