Rangkaian balapan ikonik F1 GP Monako 2026 menyisakan kontroversi hangat di luar lintasan. Badai penalti kecepatan di dalam pit lane mendadak menghujani para pembalap papan atas sepanjang balapan hari Minggu di sirkuit jalan raya Monte Carlo.
Secara total, ada lima pembalap yang dijatuhi hukuman penalti waktu lima detik. Nama-nama besar seperti sang juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton, hingga penantang gelar juara George Russell, harus rela menerima getahnya akibat dianggap melanggar batas kecepatan.
Nasib lebih apes dialami pembalap Alpine, Pierre Gasly, yang terkena sanksi hingga dua kali untuk dua pelanggaran terpisah. Korban sistem lainnya adalah Franco Colapinto (Alpine) dan Oscar Piastri (McLaren). Menilai ada yang janggal, tim Alpine dikabarkan telah mendesak FIA untuk meninjau kembali keputusan penalti yang merugikan Gasly tersebut.
Angka yang Tidak Masuk Akal: Cuma Kelebihan Kurang dari 1 Km/Jam!
Sinyal keanehan ini sebenarnya sudah tercium sejak sesi latihan bebas, di mana Russell, Andrea Kimi Antonelli, Alex Albon, hingga Fernando Alonso sempat dijatuhi denda akibat masalah serupa.
Berdasarkan dokumen resmi dari badan pengawas F1, FIA, terungkap sebuah fakta mengejutkan: seluruh pelanggaran yang tercatat di balapan tersebut hanya melebihi batas kurang dari 1 km/jam dari aturan maksimal 60 km/jam yang diterapkan di Monako. Batas ini sendiri 20 km/jam lebih lambat dibanding sirkuit F1 standar yang biasanya berada di angka 80 km/jam.
Sebagai informasi, FIA mengukur kecepatan mobil menggunakan transponder dan lingkaran pengukur waktu elektronik (electronic timing loops) yang ditempatkan di beberapa titik pit lane untuk menghitung waktu tempuh rata-rata mobil dari satu titik ke titik lainnya.
Teori Garasi Cadillac: “Jebakan” di Tikungan Terakhir Pit Lane
Banyaknya pembalap yang tersandung aturan ini membuat para pengamat dan fans mengerutkan dahi. Muncul sebuah teori kuat—meski belum dikonfirmasi resmi oleh FIA—bahwa badai penalti ini erat kaitannya dengan area garasi tim Cadillac.
Sebagai tim ke-11 alias pendatang baru di F1, Cadillac mendapatkan slot garasi di ujung paling akhir pit lane. Di Monako, penempatan ini membuat area tersebut menjadi lebih terbuka dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini secara tidak sengaja “memancing” para pembalap untuk memotong garis putih demi mencari sudut keluar terbaik.
Hamilton Berang: “Saya Sudah Lewat Sini Bertahun-tahun!”
Meskipun Lewis Hamilton berhasil mengamankan podium kedua setelah menjalani penaltinya saat masa Safety Car, pembalap asal Inggris itu tetap tidak terima dengan keputusan pengawas balap.
“Saya tidak mengebut,” tegas Hamilton dalam sesi konferensi pers usai balapan. “Saya rasa ini murni karena kondisi pit lane-nya. Saya sudah melewati pit lane ini selama bertahun-tahun. Bukan berarti saya masuk dan lupa menekan tombol pembatas (pit limiter). Tombol itu langsung aktif.”
“Saya rasa ini hanya karena jalur (line) yang diambil. Itu adalah jalur yang sama yang kami semua ambil selama bertahun-tahun, di mana saat Anda masuk, Anda sedikit memotong bagian dari garis putih. Saya sangat terkejut mendengar kabar bahwa saya mengebut, karena secara riil saya tidak berada di atas batas kecepatan itu.”
Hamilton menduga ada kesalahan kalkulasi jarak pada sensor FIA. “Ini masalah pengukuran jarak dan sesuatu yang benar-benar perlu kita selidiki, karena saya dengar banyak orang yang kena hari ini dan mereka kemungkinan besar tidak benar-benar mengebut.”
Bos tim McLaren, Andrea Stella, mengonfirmasi dugaan tersebut. Pihaknya langsung menginstruksikan Oscar Piastri untuk bermain aman begitu melihat keganjilan sistem ini.
“Kami rasa ini terjadi karena terlalu banyak memotong jalur (shortcutting). Itu hipotesis kami saat ini, jadi kami langsung meminta Oscar untuk menghindarinya,” jelas Stella. “Awalnya kami tidak paham, tapi kami tahu terkadang jika Anda terlalu memotong jalur, hal itu bisa memicu sensor mencatat kecepatan yang melebihi setelan pit limiter.”