Di industri hiburan China, popularitas tinggi ibarat pisau bermata dua. Hal ini dirasakan langsung oleh Xie Na, salah satu wajah paling familier di televisi China. Ambisinya untuk menggelar tur konser musik berskala nasional justru berakhir tragis.
Melansir dari BBC, konser perdana yang dijadwalkan berlangsung di Beijing akhir bulan ini mendadak dibatalkan secara sepihak setelah kemampuan menyanyinya dicemooh di media sosial, bahkan mendapat teguran tersirat dari media resmi pemerintah.
Dari Ratu Variety Show Menuju Mimpi Menjadi Diva
Selama dua dekade, Xie Na dikenal luas sebagai pembawa acara utama Happy Camp, salah satu variety show paling sukses di China. Karakter komedinya yang ceria membuatnya dicintai jutaan penggemar. Namun, Xie Na rupanya memendam mimpi lama: menjadi seorang penyanyi.
Pada April lalu, ia mengumumkan konser solo pertamanya di Chengdu. Ribuan tiket langsung ludes terjual dalam hitungan menit.
Sukses di Chengdu membuat ekspektasinya melambung. Dalam sebuah sesi livestreaming, ia menyebut dirinya tidak kehabisan napas dan berseloroh bisa menjadi seorang “Pop Queen” (Ratu Pop).
Didorong rasa percaya diri tersebut, ia mengumumkan tur nasional dengan tiket di Beijing dibanderol mulai 380 hingga 1.180 yuan (sekitar Rp800 ribu hingga Rp2,5 juta).
Sentilan Keras dari Media Pemerintah
Saat rencana tur diumumkan, opini publik langsung berbalik arah secara drastis. Netizen mempertanyakan kualitas vokalnya yang dinilai buruk, menuduhnya hanya memanfaatkan nama besar teman-teman selebritasnya, hingga dituding sekadar mencari cara instan untuk mengeruk keuntungan materi. Situasi makin pelik ketika otoritas dan media pemerintah ikut bersuara:
Koran resmi pemerintah, People’s Daily, bahkan merilis kolom opini tajam mengenai selebritas populer yang tidak memiliki karya musik jelas namun nekat menggelar konser.
“Mereka yang mendapatkan pengakuan tanpa kemampuan nyata, pada akhirnya akan menemui masalah,” tulis laporan tersebut. Akibat tekanan masif ini, pihak promotor akhirnya membatalkan konser Beijing dan mengembalikan uang tiket penonton.
Simbol Frustrasi Sosial dan Ekonomi Anak Muda Tiongkok
Mengapa reaksi publik begitu agresif? Dr. Jian Xu, pakar internet dan budaya pop China dari Deakin University, menilai kasus Xie Na merupakan puncak gunung es dari rasa sentimen publik terhadap figur publik yang dianggap memanfaatkan ketenaran daring mereka demi uang. Lebih jauh, konser ini menjadi saluran pelampiasan emosi atas ketimpangan pendapatan di China.
Zichen Wang, pendiri buletin Pekingnology, menambahkan bahwa mengkritik selebritas adalah salah satu bentuk kritik paling “aman” di China. “Ini memungkinkan masyarakat mengekspresikan kekecewaan mereka tentang kompetensi, hak istimewa, uang, dan keadilan sosial tanpa harus menyentuh topik politik yang jauh lebih sensitif,” pungkasnya.