JAKARTA – Paraguay menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Jerman melalui drama adu penalti dan memastikan tiket ke babak 16 besar, sekaligus mengakhiri perjalanan salah satu favorit juara dengan cara yang mengejutkan.
Hasil tersebut menjadi catatan bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam 24 tahun Jerman tersingkir dari fase gugur Piala Dunia oleh wakil Amerika Selatan, setelah terakhir kali mengalami nasib serupa saat dikalahkan Brasil yang diperkuat Ronaldo Nazario pada final Piala Dunia 2002.
Kegagalan Die Mannschaft juga memutus rekor panjang mereka yang selama era format babak 16 besar modern sejak 1986 selalu mampu melewati pertandingan pertama fase gugur, sebelum akhirnya dihentikan Paraguay di edisi 2026.
Paraguay Bermain Efektif, Jerman Kehabisan Cara
Paraguay tampil disiplin sepanjang pertandingan dengan mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat yang membuat lini depan Jerman kesulitan menciptakan peluang bersih.
Keunggulan Paraguay lahir pada menit ke-43 melalui sundulan tajam Julio Enciso yang memanfaatkan umpan silang akurat Matias Galarza sehingga membawa tim Amerika Selatan unggul menjelang turun minum.
Jerman merespons pada babak kedua melalui gol sundulan Kai Havertz yang menyamakan kedudukan sehingga pertandingan kembali terbuka.
Meski menguasai penguasaan bola dan terus menekan hingga waktu normal maupun babak tambahan berakhir, Jerman gagal mencetak gol kemenangan sehingga duel harus ditentukan melalui adu penalti.
Paraguay tampil lebih tenang saat eksekusi penalti dan memastikan kemenangan yang mengantarkan mereka melangkah ke babak 16 besar sekaligus mengakhiri perjalanan Jerman di turnamen.
“Kami percaya pada kerja keras, disiplin, dan semangat tim hingga peluit terakhir, dan kemenangan ini menjadi bukti bahwa Paraguay mampu bersaing dengan siapa pun.”
Kekalahan yang Menghidupkan Kembali Kenangan Pahit 2002
Kekalahan dari Paraguay membawa kembali memori buruk Jerman saat menghadapi Brasil pada final Piala Dunia 2002 di Yokohama.
Kala itu Ronaldo Nazario mencetak dua gol yang memastikan kemenangan Brasil 2-0 sekaligus mengantarkan Selecao meraih gelar juara dunia.
Sejak final tersebut, seluruh kekalahan Jerman di fase gugur Piala Dunia selalu terjadi saat menghadapi sesama negara Eropa.
Jerman disingkirkan Italia pada semifinal 2006 dan kalah dari Spanyol pada semifinal 2010 sebelum akhirnya menjadi juara dunia setelah mengalahkan Argentina pada final Piala Dunia 2014.
Sementara kegagalan di Piala Dunia 2018 dan 2022 terjadi sejak fase grup sehingga bukan merupakan kekalahan di babak sistem gugur.
Tim Amerika Selatan Menjadi Batu Sandungan Jerman
Penampilan Paraguay mempertegas tren sulit yang dialami Jerman ketika menghadapi wakil Amerika Selatan sepanjang Piala Dunia 2026.
Sebelumnya Jerman memulai turnamen dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao dan sukses mengalahkan Pantai Gading 2-1.
Namun performa mereka mulai menurun ketika takluk 1-2 dari Ekuador pada fase grup, yang menjadi kekalahan pertama Jerman dari tim Amerika Selatan di babak penyisihan grup sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kekalahan dari Paraguay kemudian memperpanjang catatan buruk tersebut dan menegaskan bahwa tim-tim CONMEBOL menjadi lawan yang sangat menyulitkan bagi Die Mannschaft pada edisi kali ini.
Bagi Paraguay, kemenangan bersejarah ini menjadi bukti bahwa organisasi permainan yang solid, kedisiplinan bertahan, dan mental kuat mampu meruntuhkan salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.***