DEPOK — Pemerintah Kota Depok menargetkan dua proyek besar untuk mengurai kemacetan, yakni flyover Margonda dan underpass Citayam, mulai direalisasikan pada 2027. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp330 miliar, dengan sebagian dana dialokasikan untuk pembebasan lahan.
Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan pembangunan flyover Margonda ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada 2027. Proyek tersebut dinilai lebih siap karena tidak membutuhkan pembebasan lahan baru.
“Ya kalau terkait tentang flyover Margonda, itu mudah-mudahan tahun 2027 kita mulai groundbreaking-nya, pembangunannya,” kata Supian melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (2/9/2026).
Sementara itu, pembangunan underpass Citayam menghadapi tahapan yang lebih kompleks. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mengurai kepadatan di kawasan perlintasan sebidang kereta api Citayam, tetapi pembangunan berdampak pada lahan milik masyarakat di wilayah Depok dan Kabupaten Bogor.
Karena berada di kawasan yang bersinggungan dengan dua wilayah administratif, Pemkot Depok menggandeng Pemkab Bogor untuk mempercepat proses pembebasan lahan.
“Kalau yang underpass, ini juga kita bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor karena memang harus ada upaya pembebasan lahan dulu. Kalau flyover kan tidak ada pembebasan karena memang di existing lahan kita,” ujar Supian.
Pemkot Depok telah menyiapkan anggaran Rp80 miliar untuk pembebasan lahan masyarakat yang terdampak pembangunan underpass Citayam. Anggaran tersebut masuk dalam rencana tahun anggaran 2027 dan disiapkan bersama dengan Pemkab Bogor sesuai wilayah yang terdampak.
Supian mengatakan percepatan pembebasan lahan menjadi kunci agar proyek underpass dapat segera masuk tahap pembangunan fisik.
“Tapi untuk underpass itu banyak tanah masyarakat yang baik di Depok maupun Bogor. Kita sudah bekerja sama dengan Kabupaten Bogor, kita sudah mengalokasikan anggaran buat tahun 2027 untuk pembebasan lahan wilayah Depok dan Bogor untuk wilayah Bogor,” tuturnya.
Ia berharap proses tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin sehingga pembangunan underpass tidak tertunda.
“Mudah-mudahan kita bisa percepat proses pembebasannya sehingga bisa dibangun di tahun 2027,” kata Supian.
Adapun flyover Margonda mendapat alokasi anggaran sekitar Rp250 miliar. Jalan layang tersebut dirancang memiliki panjang sekitar 460 meter dan membentang dari kawasan restoran Spesial Sambal hingga area Toyota di dekat Depok Town Square atau Detos.
Flyover tersebut akan melayani kendaraan dua arah dengan memanfaatkan jalur cepat. Selain bangunan utama, proyek juga mencakup akses pendukung sepanjang sekitar 300 meter.
Akses tersebut dirancang menghubungkan arus kendaraan satu arah dari Jalan Ir. H. Juanda menuju Jalan Margonda Raya.
Dengan target pelaksanaan pada 2027, Pemkot Depok kini memfokuskan persiapan pada masing-masing kebutuhan proyek. Flyover Margonda dapat langsung diarahkan menuju tahap pembangunan karena menggunakan lahan yang sudah tersedia, sementara underpass Citayam masih bergantung pada percepatan pembebasan lahan di Depok dan Bogor.