JAKARTA – Menikmati sinar matahari pagi bukan hanya bisa menjadi cara untuk memulai hari dengan lebih santai. Paparan sinar matahari dalam jumlah yang cukup juga membantu tubuh memproduksi vitamin D, salah satu nutrisi yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan fungsi tubuh.
Vitamin D terbentuk ketika kulit terkena paparan sinar ultraviolet B (UVB). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah kecil paparan UV memang dibutuhkan tubuh untuk membantu produksi vitamin D. Namun, manfaat tersebut tetap perlu diimbangi dengan perlindungan dari paparan sinar ultraviolet berlebihan.
Membantu Produksi Vitamin D
Salah satu manfaat yang paling dikenal dari paparan sinar matahari adalah membantu tubuh menghasilkan vitamin D.
Vitamin D berperan dalam membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor. Nutrisi tersebut penting untuk menjaga kesehatan tulang serta mendukung fungsi sistem muskuloskeletal.
WHO juga menjelaskan bahwa vitamin D memiliki peran dalam perkembangan tulang, fungsi sistem kekebalan tubuh, serta pembentukan sel darah.
Mendukung Kesehatan Tulang
Kebutuhan vitamin D yang cukup berkaitan erat dengan kesehatan tulang. Vitamin D membantu proses penyerapan kalsium dari makanan sehingga tubuh dapat menggunakannya untuk mempertahankan struktur tulang.
Karena itu, aktivitas ringan di luar ruangan pada pagi hari dapat menjadi salah satu kebiasaan yang membantu seseorang memperoleh paparan sinar matahari sekaligus menjalani gaya hidup yang lebih aktif.
Meski begitu, kebutuhan vitamin D tidak harus dipenuhi hanya melalui sinar matahari. Vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan dan produk pangan yang telah difortifikasi. American Academy of Dermatology (AAD) bahkan merekomendasikan orang dewasa sehat memenuhi kebutuhan vitamin D melalui makanan atau minuman yang mengandung vitamin D tanpa sengaja meningkatkan risiko kerusakan kulit akibat UV.
Bisa Jadi Momen untuk Beraktivitas di Luar
Berjemur biasanya dilakukan sambil melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki, duduk di teras, atau sekadar menikmati udara pagi.
Kebiasaan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Namun, manfaatnya bukan berarti berasal dari semakin lama seseorang berada di bawah sinar matahari.
WHO menekankan bahwa paparan UV dalam jumlah kecil sudah dapat membantu produksi vitamin D, sedangkan paparan berlebihan justru meningkatkan risiko kerusakan kulit dan mata.
Tidak Perlu Berlama-lama
Durasi berjemur tidak bisa disamaratakan untuk semua orang. Jumlah UV yang diterima tubuh dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk waktu, lokasi, kondisi cuaca, indeks UV, jenis kulit, serta luas permukaan kulit yang terkena sinar matahari.
Karena itu, tidak ada aturan sederhana bahwa semua orang harus berjemur selama jumlah menit tertentu setiap pagi.
WHO menyebut perlindungan terhadap sinar matahari perlu diperhatikan ketika UV Index mencapai 3 atau lebih. Saat indeks UV tinggi, masyarakat dianjurkan mencari tempat teduh dan menggunakan perlindungan seperti pakaian, topi, kacamata pelindung, serta sunscreen pada bagian kulit yang tidak tertutup.
Berjemur Tetap Perlu Bijak
Sinar matahari memang memiliki manfaat, tetapi bukan berarti semakin lama terpapar akan semakin sehat. Paparan UV yang berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, mempercepat penuaan kulit, merusak mata, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
WHO mencatat lebih dari 1,5 juta kasus kanker kulit terdiagnosis secara global pada 2020. Karena itu, menikmati sinar matahari sebaiknya dilakukan secara bijak dan tidak sampai menyebabkan kulit terbakar.
Pada akhirnya, berjemur atau melakukan aktivitas ringan di luar ruangan pada pagi hari bisa menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat. Yang terpenting bukan mengejar paparan matahari selama mungkin, melainkan mendapatkan manfaatnya secara cukup sambil tetap memperhatikan kondisi kulit dan indeks UV. (ACH)