Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengonfirmasi jumlah korban dan kondisi para korban luka. Ia menyebut setidaknya 10 orang harus menjalani perawatan medis akibat luka tembak dan trauma yang dialami dalam peristiwa tersebut.
“Penyerang di Kyiv yang melepaskan tembakan ke warga sipil telah dilumpuhkan,” ujar Zelensky melalui pernyataan di media sosial, seperti dikutip dari Agence France-Presse (AFP).
Berdasarkan rekaman yang dirilis oleh UNIAN, pelaku terlihat membawa senjata api dan menembak seorang warga dari jarak dekat di sekitar blok apartemen. Aksi brutal itu kemudian berlanjut ketika pelaku bergerak menuju sebuah supermarket, di mana suara tembakan kembali terdengar dan situasi berubah menjadi krisis penyanderaan.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, membenarkan bahwa pelaku sempat menahan sejumlah orang di dalam supermarket tersebut. Aparat keamanan pun langsung melakukan respons cepat dengan mengerahkan pasukan khusus ke lokasi kejadian di distrik Holosiivskyi, wilayah selatan kota.
Dalam operasi yang berlangsung intens, aparat berhasil membebaskan para sandera dan mengendalikan situasi. Presiden Zelensky memastikan bahwa sedikitnya empat orang berhasil diselamatkan dari aksi penyanderaan tersebut. “Empat sandera telah diselamatkan,” katanya.
Setelah upaya penindakan dilakukan, pelaku akhirnya tewas di lokasi. Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki motif di balik aksi penembakan yang menewaskan warga sipil tersebut. Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa seluruh aspek kejadian akan ditelusuri secara menyeluruh guna mengungkap latar belakang pelaku.
Zelensky juga menekankan pentingnya proses investigasi yang cepat dan menyeluruh. “Semua keadaan sedang diselidiki,” ujarnya, seraya mendorong aparat untuk segera mengungkap fakta di balik insiden tersebut.
Peristiwa ini menambah kekhawatiran atas keamanan di kawasan sipil di Kyiv, terutama setelah aksi kekerasan bersenjata terjadi di lingkungan permukiman padat penduduk. Pemerintah memastikan langkah penanganan dan investigasi dilakukan secara maksimal guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.