JAKARTA – Upaya Presiden Prabowo Subianto mempercepat transformasi pendidikan tinggi nasional memasuki babak baru setelah pemerintah menjajaki kemitraan strategis dengan Imperial College, salah satu institusi pendidikan terbaik di dunia, untuk memperkuat kualitas pendidikan kedokteran dan riset di Indonesia.
Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan delegasi Imperial College yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/6/2026), bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Kolaborasi yang tengah dibahas tidak hanya berfokus pada peningkatan mutu pendidikan kedokteran, tetapi juga membuka peluang kerja sama di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dinilai penting bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Menteri Brian Yuliarto menjelaskan bahwa pemerintah dan Imperial College telah melakukan pembicaraan intensif mengenai pembentukan kemitraan strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional melalui transfer pengetahuan, penguatan akademik, serta pengembangan riset.
“Jadi Imperial College, saat ini kita sedang dan sudah membicarakan banyak hal terkait rencana kita membangun strategic partnership untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan kedokteran, dan juga tidak tertutup kemungkinan bidang-bidang lain untuk dilakukan kerja sama,” ujar Brian.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari agenda besar Presiden Prabowo yang berencana mendirikan 10 Medical and Science University sebagai pusat pengembangan pendidikan dan riset kesehatan berstandar internasional.
Dalam proyek ambisius itu, Imperial College diproyeksikan berperan sebagai mitra utama yang akan memberikan dukungan akademik dan keilmuan untuk memastikan universitas-universitas baru tersebut memiliki kualitas yang mampu bersaing secara global.
“Nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College,” katanya.
Pemerintah menilai keterlibatan kampus kelas dunia tersebut akan mempercepat proses peningkatan standar pendidikan kedokteran di Indonesia yang selama ini terus didorong agar sejajar dengan negara-negara maju.
Bentuk kerja sama yang sedang dirancang mencakup penyempurnaan kurikulum pendidikan, peningkatan standar pengajaran, pengembangan penelitian bersama, hingga menghadirkan profesor tamu dan tenaga akademik dari Imperial College untuk berbagi pengalaman dan keahlian.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dosen, memperkuat budaya riset, serta memperluas akses mahasiswa Indonesia terhadap jaringan akademik internasional.
Menurut Brian, manfaat dari kerja sama ini tidak hanya akan dirasakan oleh universitas baru yang sedang dipersiapkan pemerintah, tetapi juga berpotensi memberikan efek domino bagi perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia.
“Kita berharap juga terjadi peningkatan kualitas kurikulum, pendidikan, kualitas dosen, dan lain-lainnya yang ada di Indonesia, khususnya pada 10 universitas medis yang akan dibangun oleh Bapak Presiden.”
“Kami yakin dampaknya juga pasti akan dirasakan oleh kampus-kampus lainnya di seluruh Indonesia,” kata Brian.
Pemerintah optimistis pertemuan antara Presiden Prabowo dan pihak Imperial College dapat menjadi pintu masuk bagi kolaborasi pendidikan yang lebih luas di masa mendatang.
Selain mendukung penguatan sistem pengajaran, kemitraan tersebut juga diyakini akan memperbesar peluang lahirnya riset-riset unggulan yang mampu menjawab tantangan kesehatan dan perkembangan teknologi global.
Jika seluruh rencana dapat direalisasikan sesuai target, Indonesia berpeluang mempercepat peningkatan daya saing pendidikan tinggi melalui kerja sama langsung dengan institusi akademik papan atas dunia.
Mendiktisaintek menegaskan bahwa keberadaan mitra internasional berkualitas tinggi akan menjadi faktor penting dalam memperkuat reputasi perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
“Tentunya diharapkan juga ranking kita di dunia, kampus-kampus kita ini juga akan ikut naik,” imbuhnya.
Strategi Besar Menuju Kampus Kelas Dunia
Rencana pembangunan 10 Medical and Science University menjadi salah satu program unggulan pemerintah untuk mencetak tenaga kesehatan, ilmuwan, dan peneliti yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Dengan dukungan Imperial College, pemerintah berharap kampus-kampus tersebut dapat mengadopsi standar akademik global sejak tahap awal pembangunan sehingga menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang siap menghadapi tantangan dunia kesehatan modern.
Kerja sama ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tengah mempercepat internasionalisasi pendidikan tinggi sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa.***