JAKARTA – Pemerintah segera meluncurkan program pembukaan rekening bank gratis bagi masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan formal.
Kebijakan bertajuk Satu Orang Satu Rekening ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir 2026.
Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperluas inklusi keuangan, tetapi juga mendukung penyaluran bantuan sosial agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan persiapan program masih memasuki tahap pematangan sebelum direalisasikan.
“Yang rekening gratis masih dalam pematangan. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan,” kata Airlangga, di Jakarta, Kamis (5/11).
Pemerintah menempatkan masyarakat dewasa yang belum mempunyai rekening bank sebagai kelompok prioritas dalam pelaksanaan kebijakan tersebut.
Sasaran utamanya adalah penduduk berusia minimal 17 tahun yang masuk kelompok kesejahteraan desil 1 sampai desil 4.
Kelompok tersebut mencakup masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah hingga kelompok berpenghasilan relatif rendah.
Target Rekening Gratis Bagi 25,16 Juta Warga
Dalam rancangan program ini, pemerintah menargetkan sekitar 25,16 juta penduduk dewasa memperoleh rekening perbankan tanpa dipungut biaya pembukaan.
Setiap penerima akan mendapatkan saldo awal sebesar Rp50.000 sebagai dana permulaan untuk mengaktifkan pemanfaatan rekening.
Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp1,28 triliun.
Kehadiran rekening perbankan diharapkan mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan keuangan sekaligus mengurangi hambatan dalam menerima bantuan pemerintah.
Selain itu, kepemilikan rekening dapat mendukung sistem penyaluran bantuan yang lebih transparan, terukur, dan mengurangi ketergantungan pada mekanisme pembayaran tunai.
Bantuan Beras dan Subsidi Upah Ikut Disiapkan
Paket stimulus ekonomi akhir 2026 tidak hanya mencakup pembukaan rekening gratis, tetapi juga sejumlah bantuan langsung bagi masyarakat.
Pemerintah menyiapkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram untuk 33,24 juta keluarga penerima manfaat.
Selain bantuan pangan, pekerja juga menjadi sasaran melalui program Bantuan Subsidi Upah atau BSU.
Pemerintah merencanakan pemberian BSU sebesar Rp900.000 kepada 13,3 juta pekerja yang memenuhi kriteria penghasilan.
“Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp900 ribu bagi 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp3,5 juta atau di bawah UMP (upah minimum provinsi),” paparnya.
Kombinasi bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga konsumsi rumah tangga sekaligus memberikan perlindungan ekonomi bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Tiket Pesawat hingga Kereta Api Dapat Diskon
Pemerintah juga menyiapkan stimulus sektor transportasi untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Insentif diberikan melalui beberapa moda transportasi, mulai dari penerbangan domestik, kereta api, kapal laut, hingga angkutan penyeberangan.
Untuk penerbangan domestik kelas ekonomi, pemerintah menanggung 100 persen Pajak Pertambahan Nilai atau PPN tiket pesawat.
Kebijakan tersebut berlaku untuk periode perjalanan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Pemerintah memperkirakan insentif tiket pesawat tersebut dapat menjangkau sekitar 3,75 juta penumpang.
“PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditanggung pemerintah 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi domestik per 22 Desember sampai dengan 10 Januari. Ini targetnya untuk 3,75 juta penumpang penerbangan kelas ekonomi,” lanjutnya.
Sementara itu, pengguna kereta api mendapatkan potongan harga tiket sebesar 30 persen untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.
Program diskon kereta api tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 1,04 juta penumpang.
Penumpang Kapal Laut dan Penyeberangan Ikut Diuntungkan
Stimulus transportasi juga menyasar masyarakat yang menggunakan layanan angkutan laut selama periode libur akhir tahun.
Pemerintah menargetkan sekitar 414.000 penumpang kapal milik PT Pelni dapat menikmati insentif yang disiapkan.
Untuk angkutan penyeberangan, pemerintah menggratiskan tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry.
Kebijakan tersebut diperkirakan memberikan manfaat kepada sekitar 1,42 juta penumpang.
“Periodenya 22 Desember sampai dengan 10 Januari,” urainya.
Berbagai insentif transportasi tersebut diharapkan dapat menekan biaya perjalanan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi selama libur Natal dan Tahun Baru.
Pemerintah Siapkan Kelanjutan Stimulus pada 2027
Selain paket bantuan menjelang akhir 2026, pemerintah juga tengah menyusun strategi untuk mempertahankan dan memperluas berbagai program ekonomi pada tahun berikutnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya beli, serta memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas keuangan formal.
Program Satu Orang Satu Rekening menjadi salah satu kebijakan yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan.
Meski demikian, masyarakat masih perlu menunggu pengumuman teknis mengenai mekanisme pendaftaran, persyaratan administrasi, serta bank pelaksana sebelum program dibuka secara resmi.***