Jakarta, 5 November 2026 – Dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak hanya berkaitan dengan peningkatan penjualan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Hal tersebut terlihat dari perjalanan tiga UMKM binaan PT Pertamina (Persero) yang berhasil mengembangkan usaha, memperluas pasar, sekaligus memberikan manfaat bagi keluarga dan komunitas lokal.
Salah satu UMKM tersebut adalah Citra Blacu, usaha kerajinan asal Jawa Tengah yang didirikan Retno pada 2004. Berawal dari mengolah kain blacu menjadi produk sederhana, bisnis tersebut kini berkembang dengan menghasilkan beragam produk fesyen, dekorasi rumah, serta suvenir yang memanfaatkan limbah kain.
Perkembangan Citra Blacu tidak terlepas dari dukungan pembiayaan dan pemasaran melalui program kemitraan Pertamina. Bantuan tersebut memungkinkan Retno membangun workshop sendiri yang kini berfungsi sebagai tempat produksi sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
“Dari pinjaman itu saya bisa membangun workshop sendiri. Di sana juga bisa digunakan untuk pelatihan, bahkan pernah sampai 40 siswa ikut belajar,” ujarnya.
Kisah lainnya datang dari Artistica Jewelry, usaha perhiasan asal Surabaya yang produknya telah dipasarkan ke lebih dari 10 negara. Meski berhasil menjangkau konsumen internasional, pendirinya, Stefanus, sempat menghadapi tantangan dalam memperkenalkan perhiasan berbahan perak kepada pasar domestik.
Melalui pendampingan Pertamina, Artistica Jewelry memperoleh arahan untuk memahami kebutuhan konsumen dalam negeri. Dari proses tersebut, perusahaan menemukan peluang melalui produk cincin pernikahan berbahan perak yang menyasar konsumen Muslim.
Artistica Jewelry bahkan menjadi produsen perhiasan pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Berkat bimbingan Pertamina, kami berani masuk ke pasar wedding ring dan mengurus sertifikasi halal. Itu menjadi salah satu cara kami membangun kepercayaan konsumen di Indonesia,” kata Stefanus.
Inovasi tersebut memberikan dampak positif terhadap penjualan sekaligus membuka peluang bagi Artistica Jewelry untuk mengembangkan bisnis di pasar dalam negeri.
Sementara itu, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pembinaan Pertamina turut membantu Lombok Mulya Craft memulihkan usahanya setelah terdampak pandemi. Usaha kerajinan mutiara dan suvenir khas Lombok yang dirintis Mulyadi sejak 2010 itu sempat mengalami penurunan pesanan secara drastis ketika aktivitas pariwisata terhenti.
Peluang untuk bangkit muncul pada 2021, ketika Lombok Mulya Craft bergabung sebagai UMKM binaan Pertamina. Pada tahun pertama pembinaan, usaha tersebut mendapat kepercayaan untuk menyediakan suvenir dalam ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika.
Kesempatan itu menjadi momentum penting untuk kembali menggerakkan produksi sekaligus membuka pekerjaan bagi para perajin lokal yang sebelumnya kehilangan penghasilan.
“Pesanan itu membuat kami kembali berproduksi. Dampaknya tidak hanya untuk usaha kami, tetapi juga bagi para perajin yang terlibat,” ungkap Mulyadi.
Saat ini, produk Lombok Mulya Craft telah menjangkau pasar dalam dan luar negeri. Perluasan pemasaran tersebut turut menciptakan peluang pendapatan bagi perajin serta peternak mutiara lokal yang terlibat dalam rantai produksi.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa keterbatasan akses pasar masih menjadi salah satu tantangan utama bagi pelaku UMKM. Untuk mengatasinya, Pertamina terus memperkuat pembinaan melalui program promosi dan fasilitasi keikutsertaan dalam pameran.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempertemukan produk UMKM dengan lebih banyak konsumen serta membuka kesempatan kerja sama dengan mitra bisnis.
“Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, permodalan, dan akses pasar yang berkelanjutan menjadi bekal bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, memperluas peluang usaha, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Baron.
Melalui program pembinaan berkelanjutan, Pertamina berupaya mendorong UMKM agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas jaringan pemasaran. Dampak pengembangan usaha tersebut juga dirasakan masyarakat melalui terciptanya lapangan kerja, peningkatan keterampilan, serta terbukanya sumber penghasilan baru.
Kisah Citra Blacu, Artistica Jewelry, dan Lombok Mulya Craft menunjukkan bahwa pertumbuhan UMKM dapat memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar keberhasilan bisnis. Ketika usaha lokal berkembang, keluarga, perajin, dan komunitas di sekitarnya turut memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.