JAKARTA – Program Sekolah Rakyat rintisan akan resmi diluncurkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagai langkah konkret pemerintah memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat paling rentan.
Peresmian Sekolah Rakyat dijadwalkan berlangsung pekan depan dan dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru yang berada di kawasan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau warga miskin dan miskin ekstrem melalui pendidikan berkualitas yang terintegrasi dengan pemberdayaan keluarga.
“Hari Senin (12/1) nanti akan diresmikan atau diluncurkan secara resmi Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik,” kata Mensos dalam rilis resminya, Sabtu (11/6/2026).
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat menjadi instrumen penting dalam strategi nasional pengentasan kemiskinan yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama mobilitas sosial.
Program ini dirancang agar anak memperoleh hak belajar yang layak, sementara orang tua dibekali program pemberdayaan ekonomi agar keluarga mampu naik kelas secara berkelanjutan.
Data Badan Pusat Statistik mencatat lebih dari tiga juta anak usia sekolah belum bersekolah atau berada dalam risiko putus sekolah di Indonesia.
Sebagian anak dari kelompok tersebut kini telah mengikuti proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah.
Seluruh peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional desil satu dan dua.
Penerimaan siswa dilakukan tanpa seleksi akademik dan berbasis pemetaan potensi individual agar setiap anak berkembang sesuai bakatnya.
Proses pembelajaran didukung teknologi digital melalui Learning Management System serta perangkat belajar interaktif.
Setiap siswa dibekali satu unit laptop dan menggunakan papan digital dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Kurikulum Sekolah Rakyat menitikberatkan pada penguatan karakter, keterampilan hidup, dan pengembangan potensi unik peserta didik.
Sekolah juga membuka jalur lanjutan menuju perguruan tinggi dan dunia kerja melalui skema beasiswa serta kemitraan strategis.
Selain layanan pendidikan, keluarga siswa turut menerima bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi terpadu.
Fasilitas yang diberikan mencakup kepesertaan jaminan kesehatan, makanan bergizi, hingga akses ke koperasi desa.
Saat ini tercatat 166 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi dengan total lebih dari 15 ribu siswa.
Pemerintah menargetkan pengembangan Sekolah Rakyat hingga mencapai 500 unit pada tahun 2029.
Pembangunan sekolah permanen juga berjalan di 104 lokasi dan ditargetkan meningkat menjadi 200 titik.
Setiap sekolah dirancang mampu menampung hingga seribu siswa guna mencapai target 500 ribu peserta didik secara nasional.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri langsung peresmian Sekolah Rakyat bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala daerah.
Acara peresmian akan dimeriahkan dengan penampilan bakat siswa seperti baris-berbaris, teater, paduan suara, serta pidato dalam berbagai bahasa.***
