Pelaksanaan ibadah kurban di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi misi penyelamatan yang mendebarkan. Seekor sapi kurban berukuran jumbo sumbangan donatur asal Depok mengamuk, memutus tali pengikat, dan nekat melarikan diri ke dalam rimbunnya hutan serta semak belukar pada Selasa (26/5/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Aksi minggat sang sapi memicu kepanikan panitia Pondok Pesantren Al-Kamilah 2, tempat di mana sapi itu seharusnya disembelih. Malam itu juga, berbekal cahaya senter seadanya, puluhan warga langsung melakukan perburuan buta menembus ilalang liar setinggi dada orang dewasa yang minim penerangan.
“Sapi belum ketemu guys… Berjuang kita guys!” keluh seorang perekam video amatir di tengah gulita hutan, menggambarkan betapa melelahkannya pencarian gelombang pertama yang terpaksa dihentikan pada pukul 21.00 WIB tersebut.
Kepung Sapi di Tebing Citarik, Taruhan Nyawa Menembus Arus Deras
Titik terang akhirnya muncul pada Rabu (27/5/2026) pagi, tepat setelah warga menunaikan salat Idul Adha. Sapi tersebut terdeteksi sedang bersembunyi di balik semak lebat yang bertengger di atas tebing curam, tepat di bibir Sungai Citarik yang terkenal berarus deras dan berbatu.
Proses penangkapan berjalan sangat dramatis bak film petualangan. Sapi berada di seberang sungai, memaksa sejumlah pria bertaruh nyawa turun ke dalam air yang sedang tinggi. Mereka menggunakan tongkat bambu panjang hanya untuk menahan hantaman arus sungai agar tidak hanyut.
Suasana makin tegang saat warga di daratan berteriak histeris memberikan komando dalam bahasa Sunda. “Kade cai na gede… Kade tuyun-tuyun! (Hati-hati airnya besar… Hati-hati turunnya!)” teriak warga, disusul seruan, “Alungan tambang! Alungan! (Lemparkan tambang!)” dari kejauhan.
Eksekusi Darurat di Atas Hamparan Rumput Sungai
Melihat medan yang sangat ekstrem dan mustahil membawa sapi berbobot raksasa itu kembali ke permukiman dalam keadaan hidup, panitia mengambil keputusan taktis. Begitu leher sapi berhasil dijerat dan ditarik ke hamparan rumput di pinggir sungai, hewan kurban tersebut langsung dieksekusi dan disembelih di tempat kejadian.
Di akhir cerita, Sungai Citarik pun berubah menjadi “dapur umum” dadakan. Puluhan warga yang kelelahan tampak duduk beristirahat di atas bebatuan sungai sambil bahu-membahu menguliti dan memotong-motong daging kurban darurat tersebut.
Kepala Desa Mekarjaya, Soleh Komarudin, mengonfirmasi kebenaran insiden liar ini.
“Iya benar, kejadiannya pas mau diturunkan dari truk, sapinya mengamuk dan lepas dari tambang. Karena situasi darurat di sungai, panitia memang memutuskan langsung memotongnya di tempat. Sapi ini sumbangan donatur Depok untuk Pesantren Al-Kamilah 2. Alhamdulillah, satu sapi lainnya milik yayasan aman di kandang,” pungkas Soleh.