JAKARTA – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono ke sejumlah gudang Bulog menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam memastikan swasembada beras bukan sekadar target di atas kertas.
Langkah turun langsung ke lapangan tersebut dinilai sebagai strategi berbasis data nyata yang sekaligus merespons keraguan publik terkait kemampuan Indonesia mencapai kemandirian pangan.
Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menegaskan bahwa hasil pemantauan langsung menunjukkan kondisi stok beras nasional berada dalam situasi aman dan terkontrol.
“Langkah Presiden turun langsung ke lapangan menunjukkan bahwa pemerintah tidak bekerja berdasarkan asumsi, tetapi data riil.”
“Ini penting untuk menghapus keraguan publik soal swasembada,” ujar Don Muzakir di Jakarta, Minggu (19/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden bersama Wamentan memastikan bahwa kualitas serta jumlah cadangan beras pemerintah tetap terjaga sesuai standar.
Mereka juga melakukan dialog langsung dengan jajaran Bulog guna memastikan distribusi berjalan lancar tanpa adanya ketimpangan pasokan di berbagai daerah.
Kehadiran Sudaryono yang memiliki kedekatan dengan kalangan petani dinilai memperkuat keterhubungan antara sektor produksi dan pengelolaan logistik pangan nasional.
Sinergi antara hulu dan hilir ini menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mengantisipasi potensi gejolak harga.
Don Muzakir menilai, sidak tersebut sekaligus menjadi jawaban konkret atas narasi pesimistis yang sebelumnya meragukan target swasembada beras nasional.
“Kalau melihat langsung kondisi di lapangan seperti ini, sulit untuk mengatakan swasembada itu hanya wacana. Justru ini bukti konkret,” tambahnya.
Ia juga menyoroti berbagai program strategis pemerintah yang terus diperkuat untuk mendukung peningkatan produksi dalam negeri.
Program tersebut mencakup perluasan area tanam, optimalisasi sistem irigasi, hingga dukungan langsung kepada petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan.
“Dengan langkah-langkah tersebut, optimisme terhadap tercapainya swasembada beras semakin menguat, sekaligus mempertegas bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” Ungkap Don Muzakir.
Sebelumnya, Sudaryono mendampingi Presiden melakukan sidak ke Kompleks Gudang Perum Bulog di Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (18/4).
Kunjungan mendadak tersebut bertujuan memastikan Cadangan Beras Pemerintah tetap tersedia dalam kondisi optimal untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Rombongan menemukan bahwa gudang berkapasitas 7.000 ton tersebut dalam kondisi terisi penuh, mencerminkan kesiapan stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Jadi kunjungannya ini bersifat mendadak, jadi tidak ada pemberitahuan, langsung mampir, sehingga ingin mengetahui sebetulnya atau catatan sebetulnya seperti apa.”
“Bahkan memang pimpinan Bulog sengaja tidak kita beritahu untuk kita pengen tahu sebenar-benarnya seperti apa dilapangan.”
“Dan ternyata memang membanggakan, jadi stok cadangan beras pemerintah kita memang tinggi, gudang Bulog ini dimana-mana penuh,” ungkapnya.
“Kemarin saya juga sudah sidak di gudang Bulog tempat lain, termasuk Pak Mentan (Menteri Pertanian) sidak di Makassar, di Bone, dan lain-lain itu penuh semua. Itu menjadi catatannya,” tambah Wamentan Sudaryono menjelaskan.
Dari sisi produksi, tren nasional juga menunjukkan peningkatan signifikan yang memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia.
Produksi beras sepanjang 2025 tercatat naik sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen berkat peningkatan luas panen dan kebijakan sektor pertanian yang progresif.
“Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hingga April 2026 mencapai sekitar 4,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, dan terus bergerak menuju 5 juta ton.”
“Capaian ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri,” ungkap Wamentan Sudaryono yang juga merupakan anak seorang petani asal Grobogan, Jawa Tengah itu.***



