Kasus penemuan jasad sopir taksi online Ujang Adiwijaya (57) yang ditemukan tewas dalam kondisi terikat tangan, kaki, dan mulut di pinggir Tol Jagorawi, KM 30, Bogor, Jawa Barat, terus menjadi sorotan. Korban, warga Pancoran Mas, Depok, diduga menjadi korban perampokan sadis saat menerima order penumpang. Hingga Rabu (12/11/2025), polisi masih mendalami motif, dengan dugaan kuat pencurian mobil dan ponsel korban.
Berikut fakta menarik terkini dari kasus ini yang bikin merinding :
1. Order Terakhir yang Berujung Maut
Ujang menerima pesanan penumpang dari kawasan Beji, Depok, pada Minggu malam (9/11/2025). Itulah order terakhirnya sebelum hilang kontak. Keluarga baru curiga saat Ujang tak pulang seperti biasa, dan jasadnya ditemukan Senin (10/11) sore di area rerumputan pinggir tol, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup. Saksi Dudi Darmawan (43) yang pertama menemukannya bilang, “Posisinya miring ke kiri, tangan dan kakinya terikat lakban, seperti orang stroke.”
2. Kondisi Jasad yang Mengguncang: Terikat dan Penuh Luka
Saat ditemukan, Ujang telentang dengan tangan di depan dada, jari-jarinya seperti kaku stroke, mulut membengkak, hidung memar, dan pipi kiri hingga jidat penuh bekas pukulan. Tangan, kaki, dan mulut terikat lakban hitam, menandakan perlawanan sengit sebelum dibunuh. Autopsi di RS Polri Kramat Jati mengonfirmasi unsur pidana kekerasan, tapi penyebab pasti kematian masih diselidiki—diduga aniaya berat sebelum dibuang.
3. Mobil dan Harta Raib: Modus Perampokan Ojol Klasik
Mobil Ujang (diduga Toyota Avanza milik perusahaan taksi online) hilang total, bersama ponsel, dompet, dan barang pribadi lainnya. Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo bilang, “Dia punya harta benda sebagai driver, tapi semuanya tak ada di TKP.” Ini mirip kasus perampokan ojol lain, seperti Suprapto (2023) yang dicekoki kecubung lalu tertabrak di KM 11 Tol Jagorawi.
4. Istri Histeris: “Sadis Banget, Dia Penyayang!”
Iffah (43), istri Ujang, ambruk histeris saat lihat foto jasad suami di kantor polisi. “Kok dia ngginiin suami saya? Sadis banget,” katanya sambil menangis. Ujang, ayah dua anak, sempat izin ke istri untuk antar penumpang malam itu. Ia dikenal penyayang, rajin salat, dan bekerja keras untuk keluarga. Iffah harap pelaku cepat ditangkap dan dihukum berat.
5. Sidik Jalan Polisi: Dari CCTV ke Lead Penumpang
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto sebut penyidik gali data order taksi online, CCTV tol, dan saksi mata. Tim gabungan Polres Bogor dan Polres Metro Depok yakin pelaku adalah penumpang order terakhir, mungkin beramai-ramai. Kasus ini jadi alarm bahaya ojol malam hari, mirip 5 kasus serupa di Jabar tahun 2025 (seperti di Bantul dan Garut).