JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat usai kembali ke Tanah Air setelah menjalani lawatan kenegaraan ke Rusia dan Prancis. Setibanya di Indonesia, Kepala Negara langsung memimpin Rapat Terbatas (Ratas) bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih pada Kamis (16/4/2026).
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan agenda strategis nasional sekaligus menindaklanjuti berbagai hasil kerja sama internasional yang diperoleh selama kunjungan luar negeri.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan rapat dihadiri sejumlah menteri dan pejabat terkait. Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Luar Negeri, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sekretaris Kabinet, serta Chief Technology Officer (CTO) Danantara.
“Sepulang dari lawatan kenegaraan ke Rusia dan Prancis, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas yang dihadiri sejumlah anggota Kabinet Merah Putih,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulis yang diunggah pada Jumat (16/4/2026).
Dalam pertemuan itu, Presiden menyoroti pentingnya percepatan realisasi berbagai program prioritas pemerintah. Pembahasan difokuskan pada sektor-sektor yang dinilai berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa isu utama yang dibahas meliputi penguatan sektor pendidikan, ketahanan pangan nasional, percepatan hilirisasi industri, serta pengembangan pengolahan sampah menjadi energi.
“Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden membahas percepatan pelaksanaan program-program strategis nasional, termasuk di bidang pendidikan, ketahanan pangan, hilirisasi industri, serta pemanfaatan sampah menjadi energi,” ungkap Seskab Teddy.
Menurut Teddy, rapat tersebut juga menjadi momentum untuk menerjemahkan hasil diplomasi Presiden selama kunjungan ke luar negeri ke dalam kebijakan dalam negeri yang konkret, terukur, dan berdampak langsung.
“Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menindaklanjuti hasil penguatan kerja sama Indonesia dengan negara-negara mitra, sekaligus mendorong sinergi lintas sektor guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan nasional ke depan,” tegasnya.
Rapat terbatas ini memperlihatkan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang menitikberatkan kecepatan kerja, koordinasi lintas kementerian, serta orientasi hasil. Pemerintah ingin memastikan peluang kerja sama global dapat dikonversi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.