JAKARTA — Kekerasan seksual masih menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat dan memiliki dampak psikologis yang bahaya bagi penyintas.
- 1. Jauhi Lokasi yang Rawan dan Berbahaya
- 2. Bersikap Selektif dalam Memberikan Kepercayaan
- 3. Jangan Terpancing Obrolan yang Menjurus ke Hal Seksual
- 4. Tegaskan Batasan Diri kepada Orang Lain
- 5. Pelajari Teknik Dasar untuk Membela Diri
- 6. Jangan Ragu untuk Bertindak dan Melaporkan
- 7. Jadikan Kepercayaan Diri sebagai Perisai Diri
- 8. Selalu Bawa Perlengkapan Keamanan Pribadi
- 9. Dengarkan dan Ikuti Naluri Ketika Merasa Terancam
Oleh karena itu, setiap orang perlu membekali diri dengan pengetahuan dan kewaspadaan agar terhindar dari tindak kejahatan tersebut.
Dirangkum dari Klikdokter dan Halodoc, berikut sembilan cara yang bisa diterapkan untuk melindungi diri.
1. Jauhi Lokasi yang Rawan dan Berbahaya
“Lingkungan yang sepi, gelap, atau kemungkinan menjadi tempat orang untuk bermabuk-mabukan adalah situasi yang sebaiknya kamu hindari,” ujar psikolog Iswan Saputro, M.Psi., dilansir dari Klikdokter.
Lokasi semacam itu memperbesar peluang bagi predator seks untuk melakukan aksinya.
Bagi yang pulang kerja di malam hari, pilihlah jalan yang dilengkapi penerangan dan tidak sepi.
Jika tinggal di area yang cukup sepi, mintalah pasangan atau anggota keluarga untuk menjemput.
Begitu pula di tempat yang sangat ramai, seperti gerbong kereta api.
Sebaiknya pilih gerbong khusus wanita agar tidak berdesak-desakan dengan penumpang pria yang mungkin memiliki niat tidak baik.
2. Bersikap Selektif dalam Memberikan Kepercayaan
Sebagai makhluk sosial, manusia memang saling membutuhkan.
Namun, bukan berarti seseorang bisa menaruh kepercayaan sepenuhnya, terutama terhadap orang yang baru dikenal.
Menjaga jarak dengan mereka yang bukan anggota keluarga atau kerabat dekat adalah langkah bijak untuk menghindari potensi pelecehan seksual.
3. Jangan Terpancing Obrolan yang Menjurus ke Hal Seksual
Obrolan yang menjurus ke arah pornografi dapat memberi kesan bahwa seseorang terbiasa dengan hal-hal berbau seksual.
Kondisi ini dikhawatirkan dimanfaatkan lawan bicara untuk memancing percakapan panjang hingga membuat seseorang terbawa suasana.
Bila itu terjadi, celah untuk melakukan tindak pelecehan seksual menjadi terbuka lebar.
4. Tegaskan Batasan Diri kepada Orang Lain
Bercanda memang bisa mempererat hubungan, tetapi bisa pula kelewat batas dan menjadi jalan bagi orang lain untuk melakukan pelecehan.
“Komunikasikan batasan kamu. Hal ini menunjukkan jika kamu memiliki privasi dan batas terhadap komunikasi atau perlakuan yang diterima dan bagaimana kamu akan merespons ketika itu dilanggar,” jelas psikolog Iswan Saputro.
Jika pernah mengalami pelecehan berkedok candaan, sampaikan secara langsung bahwa perilaku tersebut tidak disukai.
Dengan begitu, orang lain akan memahami batas yang tidak boleh dilanggar.
5. Pelajari Teknik Dasar untuk Membela Diri
Meskipun kerap dianggap sebagai kelompok yang lemah, wanita harus mampu memberikan perlawanan terhadap pelaku tindak kejahatan seksual.
Tidak perlu menjadi ahli bela diri, cukup pelajari beberapa teknik atau gerakan dasar yang dapat digunakan saat menghadapi situasi berbahaya.
6. Jangan Ragu untuk Bertindak dan Melaporkan
Bersikap ramah tidak dilarang, tetapi tetap perlu menjaga citra diri agar tidak dinilai selalu terbuka terhadap segala hal, terutama di hadapan orang yang baru dikenal.
Apabila dipaksa atau mengalami perilaku tidak senonoh, segera ambil tindakan dan ceritakan kejadian tersebut kepada keluarga atau kerabat dekat yang dipercaya.
“Di samping itu, laporkan pula tindakan pelecehan seksual tersebut kepada pihak berwajib agar pelaku segera ditindak,” tegas psikolog Iswan Saputro.
7. Jadikan Kepercayaan Diri sebagai Perisai Diri
Menurut Siti Aminah Tardi, salah satu komisioner Komnas Perempuan, wanita yang terlihat tidak percaya diri dan tampak lemah lebih berisiko mengalami kekerasan seksual dibandingkan mereka yang percaya diri.
Pasalnya, individu yang kurang percaya diri cenderung lebih takut melawan dan bersuara saat menjadi korban.
Karena itu, membangun rasa percaya diri merupakan salah satu upaya pencegahan yang penting.
8. Selalu Bawa Perlengkapan Keamanan Pribadi
Di tengah maraknya laporan kekerasan seksual, setiap orang perlu mempersiapkan diri lebih matang.
Salah satunya dengan membawa alat pelindung diri, seperti semprotan cabai atau alat setrum, di dalam tas.
Perlengkapan tersebut berguna untuk menghadapi kemungkinan terburuk ketika berhadapan dengan kekerasan dalam bentuk apa pun, termasuk kekerasan seksual.
9. Dengarkan dan Ikuti Naluri Ketika Merasa Terancam
Saat merasa tidak nyaman atau bahkan terancam di sekitar kenalan maupun pasangan sekalipun, segera ambil keputusan untuk keluar dari situasi tersebut.
Jika ternyata penilaian tersebut keliru, penjelasan bisa diberikan belakangan.
Yang terpenting adalah menghindari situasi yang berpotensi berujung pada kekerasan seksual.
Perlindungan Diri
Menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten dapat menjadi tameng perlindungan diri dari ancaman kekerasan seksual.
Kewaspadaan bukan berarti rasa takut yang berlebihan, melainkan bentuk kesadaran bahwa setiap orang berhak merasa aman di mana pun berada.
Dengan membekali diri dengan pengetahuan, keberanian, dan kesiapsiagaan, diharapkan setiap individu mampu melindungi dirinya sendiri sekaligus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua. (FB)