JAKARTA – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, secara resmi mengonfirmasi tercapainya kesepakatan damai dengan Israel untuk mengakhiri konflik bersenjata di Jalur Gaza dan memastikan penarikan seluruh pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Kesepakatan bersejarah ini diumumkan hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama perjanjian damai Gaza yang diinisiasi oleh Washington pada Rabu (8/10).
Mengutip laporan Sputnik-OANA, dalam pernyataan resminya, Hamas menegaskan bahwa kesepakatan tersebut mencakup penghentian perang di Jalur Gaza, penarikan pasukan Israel, pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terdampak, serta pelaksanaan pertukaran tahanan antara kedua pihak.
“Hamas mengumumkan telah mencapai sebuah kesepakatan yang meliputi berakhirnya perang di Jalur Gaza, penarikan pasukan Israel, pengiriman bantuan serta pertukaran tahanan,” kata kelompok tersebut melalui pernyataan, Rabu.
Hamas juga menyerukan kepada Presiden Trump dan negara-negara penjamin kesepakatan Gaza agar memastikan Israel menjalankan seluruh komitmennya sesuai perjanjian yang telah disepakati.
“Kami menekankan bahwa pengorbanan rakyat kami tidak akan sia-sia. Kami akan tetap setia pada janji kami dan tidak akan melepaskan hak-hak nasional rakyat kami, termasuk kebebasan, kemerdekaan dan hak untuk menentukan nasib sendiri,” demikian isi pernyataan tersebut.
Kesepakatan damai ini menandai langkah baru dalam upaya menghentikan konflik panjang di Jalur Gaza yang telah menelan banyak korban jiwa dan menghancurkan infrastruktur vital Palestina.
Sejumlah pengamat internasional menilai kesepakatan ini sebagai peluang langka untuk membuka jalan bagi rekonstruksi Gaza serta dialog politik yang lebih luas menuju perdamaian permanen di Timur Tengah.***