Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyebabkan korban jiwa, kerusakan rumah warga, serta memaksa ratusan orang mengungsi. Berdasarkan data sementara, sedikitnya enam titik terdampak tersebar di Kecamatan Siau Timur, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Bahu di Kecamatan Siau Timur; Kampung Laghaeng di Kecamatan Siau Barat Selatan; Kampung Batusenggo, Kampung Peling, Kampung Bumbiha; serta Kelurahan Paseng di Kecamatan Siau Barat.
Kelurahan Bahu Paling Parah
Dampak terparah terjadi di Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur. Banjir bandang di wilayah ini menyebabkan tujuh warga meninggal dunia, termasuk anak-anak dan balita. Selain itu, 17 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Lima unit rumah dilaporkan hilang terseret arus deras.
Sebanyak 35 kepala keluarga dengan total 108 jiwa terpaksa mengungsi dan kini menempati Museum Kelurahan Tarorane sebagai lokasi pengungsian sementara.
Korban Jiwa di Sejumlah Kampung
Di Kampung Laghaeng, Kecamatan Siau Barat Selatan, banjir bandang mengakibatkan dua warga meninggal dunia, satu orang dilaporkan hilang, serta dua orang mengalami luka-luka. Kerusakan material mencakup 14 rumah dengan kategori rusak ringan hingga rusak total. Warga terdampak sementara mengungsi di Gedung Gereja GMIST PNIEL Sanumpito.
Sementara itu, Kampung Batusenggo dan Kampung Peling di Kecamatan Siau Barat juga mengalami kerusakan parah. Tercatat dua orang meninggal dunia dan enam warga luka-luka.
Selain itu, 14 rumah dilaporkan hilang dan 23 rumah rusak berat. Para pengungsi tersebar di Gedung Gereja KGPM Batusenggo dan rumah warga yang tidak terdampak.
Secara terpisah, di Kampung Peling dilaporkan dua korban meninggal dunia, dengan lima rumah rusak berat atau hilang serta 25 rumah mengalami kerusakan ringan.
Di Kampung Bumbiha tidak dilaporkan korban jiwa, namun tiga unit rumah mengalami kerusakan berat. Sementara di Kelurahan Paseng, tidak ada korban jiwa, tetapi Markas Polres Kepulauan Sitaro tertimbun material batu, tanah, dan kayu. Sejumlah ruas jalan utama juga tertutup longsoran, sehingga akses transportasi terputus.
Akses Terputus, Penanganan Terus Berlangsung
Berdasarkan data sementara Kodim 1301/Sangihe, total korban meninggal dunia akibat banjir bandang di wilayah Siau mencapai 13 orang. Hingga kini, 35 kepala keluarga atau 108 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian. Sejumlah jalan utama belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena tertutup material banjir dan longsor.
Proses pendataan korban serta penanganan pascabencana masih terus dilakukan oleh pihak terkait, bersamaan dengan upaya pembukaan akses jalan dan pemulihan kondisi di wilayah terdampak.
