JAKARTA – Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 13 orang, termasuk lima anak-anak, tewas akibat serangan Israel di wilayah Palestina pada Kamis (8/1/2026), meski gencatan senjata masih berlaku.
Empat korban, di antaranya tiga anak-anak, meninggal ketika sebuah drone Israel menghantam tenda pengungsi di Gaza selatan. “Jumlah korban wafat telah meningkat menjadi 13 akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak pagi ini, yang jelas merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata,” kata juru bicara badan tersebut, Mahmud Bassal, kepada AFP.
Jalur Gaza
Di utara Jalur Gaza, seorang gadis berusia 11 tahun tewas di dekat kamp pengungsi Jabalia, sementara serangan terhadap sebuah sekolah menewaskan satu orang. Serangan drone di dekat Khan Yunis juga menewaskan seorang pria. Dua korban lain, termasuk seorang anak, dilaporkan tewas dalam serangan berbeda. Pada Kamis malam, empat orang kembali meninggal akibat serangan udara Israel yang menghantam sebuah rumah di timur Kota Gaza, dikutip dari laman Hurriyet Daily News, Jumat (9/1/2026).
Militer Israel dalam pernyataan Jumat pagi menyebut serangan itu ditujukan pada Hamas dan infrastruktur teror di Gaza selatan dan utara, sebagai respons atas peluncuran proyektil yang gagal. “Proyektil yang diluncurkan dari Jalur Gaza merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata,” kata pihak Israel.
Sejak gencatan senjata yang disponsori Amerika Serikat diberlakukan pada 10 Oktober, pertempuran antara Israel dan Hamas sebagian besar mereda. Namun, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 425 warga Palestina sepanjang periode tersebut.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menilai serangan pada Kamis menunjukkan penolakan Israel terhadap komitmen gencatan senjata. Catatan korban terburuk terjadi pada 22 November, ketika 21 orang tewas dalam serangan Israel, menjadikannya salah satu hari paling mematikan sejak gencatan senjata dimulai.
Militer Israel juga menyebut tiga tentaranya tewas akibat serangan militan selama periode yang sama.