MOSKOW, RUSSIA – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa polemik mengenai Greenland bukanlah urusan negaranya. Ia menyatakan Amerika Serikat dan Denmark harus menyelesaikan sendiri persoalan terkait wilayah semi otonom tersebut.
“Apa yang terjadi di Greenland sama sekali bukan urusan kami. Kebetulan, Denmark selalu memperlakukan Greenland sebagai koloni dan cukup keras, jika bukan kejam, terhadapnya. Tetapi itu adalah masalah yang berbeda sama sekali, dan saya ragu ada yang tertarik dengan itu (Greenland) saat ini,” kata Putin, dikutip The Straits Times.
Pernyataan ini muncul setelah Donald Trump beberapa kali menyebut ancaman dari Moskow sebagai alasan strategis bagi Washington untuk mengambil alih Greenland. Pulau di kawasan Arktik itu dikenal kaya mineral dan memiliki posisi militer penting.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov turut menanggapi isu tersebut dengan menolak anggapan bahwa Moskow memiliki ambisi atas Greenland. Namun ia menyebut pulau itu bukan bagian alami dari Denmark.
Putin juga menyinggung preseden sejarah penjualan wilayah, termasuk penjualan Alaska oleh Rusia kepada AS pada 1867. Dengan menyesuaikan nilai historis tersebut, ia memperkirakan potensi pembelian Greenland dapat mencapai sekitar 1 miliar dolar AS.
Di tengah polemik itu, Kremlin menilai ketegangan antara AS dan sekutu Eropanya berpotensi memengaruhi dinamika NATO. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan bahwa langkah pengambilalihan Greenland bisa membawa dampak besar dalam sejarah geopolitik.
“Terlepas dari apakah itu baik atau buruk dan apakah itu sesuai dengan hukum internasional atau tidak, ada para ahli yang percaya bahwa jika Trump menguasai Greenland, dia akan tercatat dalam sejarah. Bukan hanya sejarah AS, tetapi sejarah dunia,” kata Peskov.
Lavrov bahkan membandingkan kepentingan strategis Greenland bagi AS dengan posisi Krimea bagi keamanan Rusia.