JAKARTA — Pada setiap bulan Ramadan, ada fenomena menarik di mana terdapat negara dengan durasi puasa terlama dan ada juga yang tercepat. Perbedaan ini menjadi menarik, khususnya bagi umat Muslim yang tinggal di negara-negara dengan posisi ekstrem di belahan bumi utara maupun selatan. Tidak hanya soal waktu imsak dan berbuka, durasi puasa juga mencerminkan tantangan tersendiri bagi masyarakat Muslim di berbagai negara.
Berikut 5 negara dengan durasi puasa terlama dan tercepat berdasarkan data Islamic Finder:
Negara dengan Durasi Puasa Terlama
1. Selandia Baru — 15 jam 22 menit
2. Chili — 15 jam 13 menit
3. Australia — 14 jam 48 menit
4. Uruguay — 14 jam 42 menit
5. Argentina — 14 jam 42 menit
Negara dengan Durasi Puasa Tercepat
1. Perancis — 11 jam 33 menit
2. Greenland — 11 jam 42 menit
3. Islandia — 11 jam 42 menit
4. Finlandia — 11 jam 44 menit
5. Rusia — 11 jam 44 menit
Alasan Durasi Puasa Tiap Negara Bisa Berbeda-beda
Ada peringkat negara dengan durasi puasa terlama dan tercepat bukanlah suatu kebetulan. Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi lamanya waktu berpuasa di setiap negara. Berikut penjelasannya yang dilansir dari Detikedu:
1. Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi
Kalender Hijriah memiliki jumlah hari sekitar 11 hari lebih pendek dibandingkan kalender Masehi. Akibatnya, bulan Ramadan selalu bergeser lebih awal setiap tahunnya dalam penanggalan Masehi. Pergeseran ini membuat Ramadan bisa jatuh pada musim yang berbeda, sehingga panjang siang dan malam pun ikut berubah.
2. Posisi Ramadan terhadap Musim Matahari
Di belahan Bumi utara, durasi puasa akan semakin pendek hingga sekitar tahun 2031, saat Ramadan bertepatan dengan titik balik Matahari musim dingin. Sebaliknya, di belahan Bumi selatan, durasi puasa justru akan semakin panjang dalam periode yang sama karena siang hari berlangsung lebih lama.
3. Letak Geografis dan Garis Lintang
Garis lintang sangat menentukan waktu terbit dan terbenam Matahari. Negara yang berada dekat garis Khatulistiwa memiliki perbedaan panjang siang dan malam yang relatif kecil sepanjang tahun. Sementara negara-negara yang berada di lintang tinggi, baik di utara maupun selatan, mengalami perubahan durasi siang yang sangat signifikan, sehingga waktu puasanya bisa jauh lebih lama atau lebih singkat.
4. Kondisi Ekstrem di Wilayah Utara dan Selatan
Di wilayah seperti Skandinavia, Matahari bisa bersinar hampir sepanjang hari atau justru hanya muncul sebentar, tergantung musim. Kondisi ekstrem ini membuat sebagian umat Islam di kawasan tersebut menjalankan puasa dengan mengacu pada waktu di Mekah agar durasi puasa tetap masuk akal dan tidak memberatkan.
Mengapa Mulainya Puasa Ramadan Juga Bisa Berbeda?
Selain durasi, adanya peringkat negara dengan durasi puasa terlama dan tercepat juga disebabkan oleh waktu mulai puasanya yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor berikut sebagaimana dilansir dari Detikedu:
1. Penentuan Awal Bulan melalui Hilal
Awal Ramadan ditentukan berdasarkan penampakan hilal, yaitu bulan sabit pertama setelah bulan baru. Perbedaan hasil pengamatan hilal membuat sebagian negara memulai puasa lebih awal, sementara negara lain menundanya sehari.
2. Otoritas dan Metode yang Berbeda
Setiap negara memiliki otoritas keagamaan masing-masing dengan metode rukyat dan hisab yang bisa berbeda. Hal inilah yang menjelaskan mengapa satu negara sudah menetapkan awal Ramadan, sementara negara lain masih menunggu hasil pengamatan lanjutan.