JAKARTA – Umat Islam saat ini tengah berada di penghujung tahun 1447 Hijriah. Dalam kalender Islam, pergantian tahun akan ditandai dengan datangnya 1 Muharram 1448 H. Momen ini menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan selama setahun terakhir sekaligus memanjatkan doa agar tahun yang baru dipenuhi keberkahan dan kebaikan.
Salah satu amalan yang banyak dilakukan saat pergantian tahun Hijriah adalah membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun. Doa akhir tahun dipanjatkan sebagai bentuk permohonan ampun atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan, sedangkan doa awal tahun dibaca untuk memohon perlindungan, petunjuk, dan keberkahan dari Allah SWT sepanjang tahun yang akan datang.
Kapan 1 Muharram 1448 H?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Pergantian tahun Hijriah dimulai sejak terbenamnya matahari atau waktu Magrib pada hari sebelumnya, sesuai dengan sistem penanggalan Islam.
Karena itu, umat Islam biasanya mulai menyambut tahun baru Hijriah sejak malam 1 Muharram dengan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berbagai amalan kebaikan lainnya.
Doa Akhir Tahun Hijriah
Menjelang berakhirnya bulan Zulhijah, umat Islam dapat membaca doa akhir tahun sebagai bentuk permohonan ampun atas segala kesalahan yang pernah dilakukan selama satu tahun terakhir.
Bacaan Doa Akhir Tahun (Arab)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتُ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ. فَإِنِّى أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِ. وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيَّ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ. اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Latin
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallam. Allaahumma maa ‘amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitanii ‘an-hu falam atub min-hu wa lam tardhahuu wa lam tansahuu wa halimta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubatii wa da’autanii ilattaubati min-hu ba’da jur-atii alaa ma’shiyatika fa innii astaghfiruka fagfirlii. Wa maa ‘amiltu fiihaa mimmaa tardhaahu wa wa’adtanii ‘alaihits tsawaaba fa as-aluka. Allaahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikraam an tataqabbalahuu minnii wa laa taqtha’ rajaa-ii minka yaa kariim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallam wa alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin
Arti
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah kukerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untukku, dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, aku mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepadaku dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah kukerjakan selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, aku mohon kepada-Mu. Wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi, dan kepada keluarga dan sahabatnya.”
Doa Awal Tahun Hijriah
Setelah memasuki malam 1 Muharram dan selesai melaksanakan salat Magrib, umat Islam dapat membaca doa awal tahun sebagai harapan agar memperoleh perlindungan dan keberkahan sepanjang tahun yang baru.
Bacaan Doa Awal Tahun (Arab)
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Latin
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu’awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Arti
“Ya Allah, Engkau adalah Dzat Yang Maha Abadi, Maha Terdahulu, dan Maha Awal. Dengan karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang luas, aku menggantungkan harapan. Tahun baru ini telah datang. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari godaan setan dan para pengikutnya, serta memohon pertolongan-Mu dalam mengendalikan hawa nafsu yang mengajak kepada keburukan. Bimbinglah aku agar senantiasa melakukan hal-hal yang mendekatkanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia.”
Waktu Membaca Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun
Dalam tradisi yang berkembang di kalangan umat Islam, doa akhir tahun dibaca sebanyak tiga kali sebelum masuk waktu Magrib pada hari terakhir bulan Zulhijah. Setelah matahari terbenam dan memasuki malam 1 Muharram, doa awal tahun juga dibaca sebanyak tiga kali, biasanya setelah menunaikan salat Magrib.
Meski tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menetapkan bacaan doa akhir tahun dan awal tahun ini, banyak ulama membolehkan pembacaannya karena berisi permohonan ampunan, perlindungan, dan harapan kebaikan kepada Allah SWT.
Menyambut 1448 H dengan Semangat Baru
Pergantian tahun Hijriah hendaknya menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. Selain membaca doa awal dan akhir tahun, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, bersedekah, menjaga silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Semoga datangnya 1 Muharram 1448 H menjadi awal yang baik untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, serta meraih keberkahan dalam setiap langkah kehidupan. Aamiin. (ACH)