JAKARTA – Program digitalisasi pembelajaran kian dipercepat setelah pemerintah mendistribusikan 280.000 TV digital atau Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi transformasi pendidikan nasional.
Distribusi 280.000 TV digital ke 280.000 sekolah tersebut menjadi tonggak penting dalam program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas yang terus digenjot pemerintah demi memperluas akses pendidikan berbasis teknologi.
Langkah percepatan digitalisasi pembelajaran ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan fasilitas belajar, termasuk bagi sekolah-sekolah di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan proses distribusi perangkat televisi digital dan papan interaktif masih terus berlangsung dan belum berhenti pada angka yang sudah tercapai hingga awal 2026.
“Ada TV digital untuk pembelajaran digital sekolah, anak-anak. Jumlahnya tahun 2025 sudah 280.000 TV di 280.000 sekolah,” kata Seskab Teddy dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menegaskan pemerintah akan terus menambah jumlah unit TV digital setiap tahun guna memastikan seluruh sekolah mendapatkan fasilitas serupa tanpa terkecuali.
“Bahkan tahun ini akan ditingkatkan,” ujarnya.
Program ini sebelumnya diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam agenda peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas yang digelar di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 17 November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa mayoritas sekolah telah menerima panel interaktif sebagai sarana belajar modern yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan.
“Sudah 75 persen dari semua sekolah di seluruh Indonesia sudah menerima panel interaktif.”
“Panel ini kita harapkan untuk bisa membantu semua siswa di seluruh Indonesia untuk belajar lebih baik, punya akses kepada semua ilmu, semua bahan yang diperlukan,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya pada acara peresmian Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, 17 November 2025.
Keberadaan TV digital dan IFP tidak hanya berfungsi sebagai layar presentasi, tetapi juga sebagai pusat interaksi belajar yang memungkinkan guru menampilkan materi multimedia, video edukasi, hingga akses bahan ajar daring secara langsung di ruang kelas.
Pemerintah menaruh perhatian khusus pada sekolah-sekolah di wilayah 3T yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur, sehingga teknologi ini diharapkan menjadi jembatan kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memastikan bahwa distribusi perangkat tidak berhenti pada tahap penyerahan, melainkan disertai pengawasan dan evaluasi berkelanjutan.
“Kami melakukan monitoring. Kami juga melakukan evaluasi sekolah-sekolah yang telah menerima IFP atau digital panel,” ujar Menteri Abdul Mu’ti.
Monitoring tersebut dilakukan untuk menjamin pemanfaatan perangkat benar-benar optimal, sekaligus memastikan guru dan siswa mendapatkan pendampingan dalam penggunaan teknologi pembelajaran terbaru.
Dengan target perluasan distribusi pada 2026, pemerintah berharap transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya menjadi proyek pengadaan perangkat, melainkan gerakan sistematis untuk membangun ekosistem belajar yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan tantangan era digital.***