JAKARTA – Seorang tentara Israel tewas dan tiga lainnya luka dalam baku tembak dengan kelompok Hizbullah di Lebanon Selatan.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebut satu prajurit mengalami luka sedang, sementara dua lainnya luka ringan. Insiden terjadi saat Israel memperluas operasi darat di wilayah tersebut.
Israel juga meningkatkan serangan udara ke Lebanon. Dua orang tewas dan satu lainnya luka setelah sebuah rumah di lingkungan Arab Salim, Nabatieh, hancur akibat serangan. Kantor berita pemerintah Lebanon, NNA, melaporkan rumah itu luluh lantak diterjang bom.
Sebelumnya, NNA mengabarkan dua korban jiwa lain di Nabatieh setelah serangan udara Israel menghantam sebuah mobil. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat, sejak pecahnya perang pada 2 Maret, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 2.089 orang dan melukai 6.762 lainnya.
Pada 30 Maret lalu, empat tentara Israel tewas dalam baku tembak dengan Hizbullah, menjadikannya serangan paling mematikan sejak konflik terbaru dimulai. Dalam insiden itu, satu tentara luka parah dan seorang personel cadangan luka sedang.
Hasil penyelidikan IDF menyebut baku tembak terjadi sekitar pukul 18.30 waktu setempat di sektor barat Lebanon Selatan. Personel Unit Pengintaian Nahal saat itu memantau aktivitas sel Hizbullah sebelum akhirnya terlibat kontak senjata jarak dekat.
Beberapa tentara Israel terluka sehingga evakuasi dilakukan. Namun, saat proses evakuasi berlangsung, pejuang Hizbullah menembakkan rudal anti-tank ke arah pasukan Zionis, menyebabkan korban tambahan.