JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin langsung upacara puncak peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang akan digelar di Lapangan Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin (1/6/2026). Dalam agenda nasional tersebut, Prabowo akan bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam peringatan yang menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai dasar negara.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan seluruh rangkaian acara telah dipersiapkan secara matang. Upacara tingkat pusat akan dimulai tepat pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh jajaran pimpinan negara serta tokoh-tokoh nasional.
“Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di tingkat pusat akan dilaksanakan secara luring pada hari Senin, 1 Juni 2026, tepat pukul 10.00 WIB. Bapak Presiden Republik Indonesia akan hadir langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara,” ujar Yudian dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).
Selain Presiden Prabowo, acara tersebut juga akan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, mantan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia, serta sejumlah tokoh nasional dari berbagai kalangan.
Simbol Penguatan Ideologi Bangsa
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut dipilih untuk menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi perekat keberagaman Indonesia, tetapi juga memiliki relevansi universal dalam mendorong terciptanya perdamaian global.
Di tengah berbagai tantangan geopolitik dunia dan dinamika sosial yang terus berkembang, pemerintah menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap menjadi pedoman penting dalam menjaga persatuan nasional sekaligus membangun hubungan antarbangsa yang harmonis.
Sebagai identitas visual resmi peringatan, pemerintah menetapkan penggunaan lambang negara Garuda Pancasila sebagai logo utama peringatan Hari Lahir Pancasila 2026.
Bukan Sekadar Upacara Seremonial
BPIP menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan rutin tahunan. Lebih dari itu, momentum 1 Juni harus menjadi ruang refleksi nasional untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Yudian, pengamalan nilai-nilai Pancasila perlu terus dihidupkan dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Momen peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud komitmen kita bersama bahwa Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting mengingat tantangan kebangsaan yang terus berkembang, mulai dari polarisasi sosial, penyebaran disinformasi di ruang digital, hingga tantangan menjaga persatuan dalam masyarakat yang majemuk.
Seluruh Daerah Diminta Gelar Upacara Serentak
Untuk memastikan pelaksanaan peringatan berlangsung seragam di seluruh Indonesia, BPIP telah menerbitkan Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Pedoman tersebut menjadi acuan bagi kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, TNI, Polri, perguruan tinggi, sekolah, hingga pemerintahan desa dalam menyelenggarakan upacara dan kegiatan peringatan.
Yudian mengajak seluruh elemen pemerintahan dari pusat hingga daerah untuk berpartisipasi aktif dalam peringatan nasional tersebut.
“Kami mengajak seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa untuk menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara serentak,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebangsaan secara merata di seluruh wilayah Indonesia sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar negara.
Formasi Paskibraka Representasikan Lima Sila
Dalam pelaksanaan upacara terpusat di Jakarta, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) akan tampil dengan Formasi Pancasila yang terdiri atas lima kelompok. Formasi tersebut dirancang sebagai representasi simbolis dari lima sila yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, sejumlah pejabat negara juga akan mendapatkan tugas khusus dalam prosesi upacara. Ketua MPR akan membacakan teks Pancasila, Ketua DPD membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sedangkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah akan memimpin pembacaan doa.
Untuk menjaga keseragaman dan kekhidmatan acara, panitia menetapkan ketentuan busana bagi para undangan. Tamu pria diwajibkan mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL), tamu perempuan menggunakan pakaian nasional, sementara personel TNI dan Polri mengenakan Pakaian Dinas Upacara III (PDU III).
Pesan Khusus untuk Generasi Muda
Pada peringatan tahun ini, BPIP juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda sebagai penerus bangsa. Kaum muda didorong untuk tidak sekadar memahami Pancasila sebagai konsep normatif, tetapi menjadikannya sebagai pedoman hidup yang relevan dengan perkembangan zaman.
Yudian menegaskan bahwa Pancasila harus terus menjadi ideologi yang hidup, tumbuh, dan diterapkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan terus hidup,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penutup pesan kebangsaan menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang diharapkan tidak hanya memperkuat semangat persatuan nasional, tetapi juga memperkokoh posisi Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian dunia.