JAKARTA – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuding presiden Amerika Serikat menyampaikan “tujuh klaim dalam satu jam, yang semuanya salah.”
Ia menegaskan, Washington “tidak memenangkan perang dengan kebohongan ini” dan “tidak akan berhasil dalam negosiasi juga.”
Ghalibaf memperingatkan bahwa jika blokade terus berlanjut, Selat Hormuz “tidak akan tetap terbuka.” Menurutnya, lalu lintas hanya akan diizinkan melalui “rute yang telah ditentukan” dan dengan “izin Iran.” Dilansir dari Sputnik, Sabtu (18/4/2026).
Ia menekankan bahwa status selat strategis tersebut ditentukan “oleh kondisi lapangan, bukan jejaring sosial,” sambil menolak apa yang disebutnya sebagai upaya narasi AS.
Lebih lanjut, Ghalibaf menyebut “perang media dan rekayasa opini publik” sebagai bagian dari konflik, namun menegaskan bangsa Iran “tidak akan terpengaruh oleh trik-trik ini.”