Francesco “Pecco” Bagnaia akhirnya bisa bernapas lega. Juara dunia bertahan tersebut berhasil mengamankan podium balapan utama (Main Race) pertamanya musim ini di sirkuit kandangnya, Mugello. Di balik keberhasilan tersebut, Pecco membongkar adanya rombakan set-up krusial pada motor Ducati Desmosedici miliknya.
Sempat memimpin balapan selama 10 lap awal, Pecco akhirnya harus merelakan posisi terdepan setelah diobok-obok oleh duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Tak sampai di situ, di lap-lap akhir ia bahkan harus bertaruh nyawa menahan gempuran agresif dari pembalap muda, Ai Ogura, demi mengamankan podium ketiga.
Geser Beban ke Depan demi Kepercayaan Diri
Melalui unggahan video terbaru di kanal YouTube resmi Ducati, kamera menangkap momen intim saat Pecco berbicara dengan kepala kru mekaniknya, Cristian Gabarrini, di area parc ferme.
Ketika Gabarrini bertanya apakah bagian depan motornya terasa lebih baik, Pecco memberikan jawaban yang menarik.
“Kita sudah melangkah maju… Dengan menggeser beban motor lebih ke depan, performa kita meningkat,” ungkap sang juara dunia dua kali itu.
Ubahan distribusi bobot ini terbukti ampuh mendongkrak kepercayaan diri Pecco saat melibas tikungan dengan roda depan. Namun, set-up ini menyisakan satu pekerjaan rumah besar: ban belakang Pecco justru kehilangan cengkeraman (grip) di fase akhir balapan.
Obrolan Warung Kopi Pecco Bagnaia & Marc Marquez: Ban Belakang Berulah!
Usai balapan, Pecco tertangkap kamera sedang melakukan evaluasi santai dengan rekan setimnya, Marc Marquez. Pecco penasaran apakah Marquez juga merasakan penderitaan yang sama terkait ban belakang.
Marquez, yang baru saja kembali membalap pasca-operasi bahu kanan, menjawab dengan jujur.
“Saya menyerah (mengejar) saat balapan menyisakan 10 lap… Ya, performa ban belakang memang turun, tapi itu lebih karena kondisi fisik saya yang melemah daripada masalah bannya,” aku Marquez.
Pecco pun menimpali, “Saya lihat kamu memang sangat kesulitan dengan ban belakang.”
Sindir Kecepatan Gila Ai Ogura: “Dia Lewat bak Pesawat!”
Suasana obrolan kedua pembalap top Ducati ini berubah penuh tawa saat mereka membahas performa gila pembalap Honda, Ai Ogura, di lap-lap terakhir.
“Ogura menyalip saya, padahal tadinya dia tertinggal empat detik di belakang!” ujar Pecco sambil geleng-geleng kepala.
Marquez langsung menyahut sambil tertawa, “Ogura menyalip saya seperti pesawat yang sedang lewat!”
“Dia mencetak waktu 1 menit 46,6 detik di akhir balapan,” tambah Pecco kagum.
Statistik mencatat, Ogura memang melesat satu detik lebih cepat daripada Pecco di lap kedua terakhir. Pembalap asal Jepang itu bahkan sempat melakukan aksi nekat dengan menusuk posisi Pecco di tikungan terakhir pada lap pamungkas.
Beruntung, Pecco Bagnaia tetap tenang, menjaga mental juaranya, dan berhasil melakukan counter-attack untuk merebut kembali posisi ketiga hingga garis finis.