Kabar baik dan penuh kebanggaan dari Indonesia Timur! Simak komitmen Kementan dalam memajukan kesejahteraan dan ketahanan pangan di Tanah Papua!
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memimpin langsung Rapat Konsolidasi Pembangunan Pertanian Wilayah Papua Tahun 2026 di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah menegaskan target besar untuk menjadikan Papua bukan sekadar wilayah produksi pangan baru, melainkan pusat peningkatan kesejahteraan langsung bagi masyarakat lokal.
Melalui alokasi APBN, Kementan tengah memperluas sektor pertanian di Papua dengan membangun kurang lebih 80 ribu hektare cetak sawah baru. Seluruh lahan tersebut dipastikan berada di atas tanah milik rakyat dan hasilnya sepenuhnya untuk rakyat Papua. Tak hanya padi, dukungan masif juga diberikan untuk komoditas unggulan lain seperti kakao, pala, kopi, kelapa, sagu, hingga tanaman pangan lokal.
Gebrakan program ini pun mulai membuahkan hasil nyata di lapangan. Mentan Amran mengungkapkan indikasi keberhasilan ini ditunjukkan dengan turunnya harga beras di beberapa wilayah Papua yang semula menyentuh Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram, kini berhasil ditekan ke angka standar nasional di kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram. Simak laporan selengkapnya dari tim liputan Alita Hawaira dan Jamaludin!
Bagaimana opini kalian mengenai program cetak sawah 80 ribu hektare di Papua ini? Yuk, suarakan pendapat kalian di kolom komentar!
Editor & Uploader: BS