JAKARTA – Timnas Iran tiba di Meksiko untuk Piala Dunia 2026 dengan mengenakan pin emas bertuliskan #168 pada jas hitam mereka. Gestur ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap 168 korban tewas dalam serangan militer ke sebuah sekolah di Minab, Iran, pada 28 Februari 2026, yang mayoritas adalah anak-anak.
Aksi simbolis tersebut menuai perhatian internasional. Serangan di Minab sebelumnya telah dikritik keras oleh PBB dan organisasi HAM, sementara AS dan Israel menolak bertanggung jawab.
Namun, penggunaan pin itu memicu protes dari Israel. Wakil Ketua Knesset sekaligus Ketua Subkomite Olahraga, Simon Davidson, melayangkan surat resmi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. Ia menilai Iran membawa narasi politik ke ajang sepak bola dunia. “Laporan baru-baru ini tentang penampilan publik tim nasional Iran yang menampilkan simbol dan pesan terkait peristiwa politik dan militer terkini menimbulkan kekhawatiran bahwa narasi politik sedang disuntikkan ke dalam kompetisi olahraga terpenting di dunia,” tulis Davidson dalam suratnya, dikutip dari Iran International.
Davidson menegaskan bahwa Piala Dunia seharusnya menjadi panggung olahraga, bukan arena pesan politik. Sementara itu, Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada laga perdana Grup di Stadion Los Angeles, Inglewood, Selasa (16/6).