JAKARTA – Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai menghadapi tantangan serius terkait tingkat kehadiran penonton setelah sejumlah kursi kosong terlihat jelas dalam pertandingan Korea Selatan melawan Republik Ceko di Guadalajara, Meksiko.
Pemandangan tersebut memunculkan sorotan terhadap FIFA karena terjadi hanya beberapa bulan setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengklaim bahwa turnamen edisi kali ini menerima sekitar 500 juta permintaan tiket dari seluruh dunia.
“Saat dua edisi Piala Dunia sebelumnya digabungkan, kami menerima 50 juta permintaan tiket, sementara kali ini mencapai 500 juta,” ujar Infantino dalam pernyataan yang pernah disampaikannya sebelum turnamen berlangsung, dilansir GB News, Jumat.
Stadion berkapasitas 45.664 penonton itu secara resmi diumumkan dihadiri 44.985 penonton sehingga hanya menyisakan kurang dari 700 kursi kosong berdasarkan data penyelenggara.
Namun tayangan televisi menunjukkan kondisi yang berbeda karena sejumlah blok tribun tampak belum terisi penuh, terutama pada area premium dan hospitality yang memiliki harga tiket lebih mahal.
Fenomena tersebut menjadi perhatian karena FIFA sebelumnya telah melakukan penyesuaian harga tiket di berbagai pertandingan guna meningkatkan jumlah penonton yang hadir langsung ke stadion.
Keluhan juga datang dari para suporter yang menilai harga tiket masih relatif tinggi untuk pertandingan fase grup yang kurang populer.
Bahkan beberapa laga grup disebut masih dibanderol lebih dari 300 dolar AS atau sekitar Rp4,9 juta dengan kurs Rp16.300 per dolar AS.
Sejumlah tiket juga masih tersedia melalui saluran penjualan ulang resmi FIFA, termasuk untuk pertandingan tuan rumah Amerika Serikat melawan Paraguay yang dijadwalkan berlangsung di Los Angeles.
Laga Korea Selatan vs Ceko tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan Korea.
Kondisi berbeda justru terlihat pada laga pembuka yang mempertemukan Meksiko dengan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City.
Seluruh 83.264 kursi stadion terisi penuh ketika Meksiko meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Afrika Selatan.
Atmosfer pembukaan turnamen semakin meriah dengan penampilan penyanyi internasional Shakira serta kolaborasi vokalis K-Pop Demon Hunters, Ejae, bersama tenor legendaris Andrea Bocelli.
Meski sukses di dalam stadion, suasana di luar arena pertandingan sempat memanas akibat aksi demonstrasi yang berujung bentrokan dengan aparat keamanan.
Sejumlah kelompok massa melemparkan bom molotov dan batu ke arah polisi sehingga menciptakan ketegangan pada hari pertama turnamen.
Ribuan demonstran turun ke jalan untuk menyuarakan persoalan hilangnya warga serta memburuknya kondisi ketenagakerjaan di Meksiko.
Aksi tersebut melibatkan berbagai kelompok masyarakat mulai dari komunitas keluarga korban orang hilang, serikat guru CNTE, pekerja lembaga peradilan federal hingga organisasi transportasi.
Di lapangan, Meksiko sukses membuka langkah dengan kemenangan berkat gol Julian Quinones dan Raul Jimenez yang memastikan skor akhir 2-0 atas Afrika Selatan.
Hasil tersebut membuat Meksiko memimpin klasemen sementara grup berkat keunggulan selisih gol.
Sementara itu Korea Selatan berhasil membalikkan keadaan saat menghadapi Republik Ceko dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Tim Eropa sempat unggul lebih dulu melalui gol pemain Wolverhampton Wanderers, Ladislav Krejci.
Korea Selatan kemudian menyamakan kedudukan melalui Hwang In-beom sebelum Oh Hyeon-Gyu yang masuk dari bangku cadangan mencetak gol kemenangan.
Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, mengaku bangga dengan mental bertanding para pemainnya yang mampu bangkit dari tekanan.
“Kemenangan ini tentu membuat saya senang, tetapi yang lebih membanggakan adalah para pemain mampu meraihnya dengan semangat pantang menyerah,” kata Hong Myung-bo usai pertandingan.
Di tengah hasil-hasil menarik yang tersaji di lapangan, fenomena kursi kosong kini menjadi pekerjaan rumah bagi FIFA untuk memastikan antusiasme penonton tetap tinggi sepanjang berlangsungnya Piala Dunia 2026.***