TANGERANG – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta memasuki fase yang semakin efisien setelah pihak Imigrasi mengoptimalkan penggunaan teknologi corridor gate untuk mempercepat pemeriksaan kedatangan.
Penerapan sistem berbasis otomatis tersebut menjadi salah satu inovasi penting dalam mendukung kelancaran debarkasi haji 2026 yang melibatkan puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui teknologi ini, waktu pemeriksaan dokumen keimigrasian dapat dipangkas secara signifikan sehingga arus kedatangan jemaah yang baru tiba dari Arab Saudi dapat berlangsung lebih cepat dan nyaman.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika, menjelaskan bahwa efektivitas penggunaan corridor gate selama masa pemulangan haji menunjukkan hasil yang sangat baik.
“Tingkat keberhasilan penggunaan corridor gate mencapai 90 persen,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurutnya, sebagian besar jemaah dapat melewati proses pemeriksaan secara otomatis tanpa hambatan sehingga antrean di area kedatangan dapat ditekan secara maksimal.
Sementara itu, sekitar 10 persen jemaah lainnya masih memerlukan pemeriksaan secara manual akibat kendala teknis yang berkaitan dengan proses verifikasi biometrik.
Meski demikian, petugas telah menyiapkan mekanisme penanganan cepat agar proses pelayanan tetap berjalan lancar dan tidak mengganggu alur kedatangan penumpang lainnya.
“Kami langsung arahkan ke konter manual agar tidak mengganggu antrean,” ujarnya.
Strategi tersebut terbukti mampu menjaga kelancaran operasional selama masa debarkasi yang hingga hari ke-10 berlangsung tanpa kendala berarti.
Selain mempercepat layanan, penggunaan corridor gate juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan jemaah yang umumnya tiba setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci.
Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno-Hatta, Jerry Prima, mengatakan bahwa sistem tersebut memberikan dampak besar terhadap percepatan pelayanan keimigrasian.
“Ini sangat membantu dalam mengurai antrean jemaah haji,” kata Kepala Bidang TPI Bandara Soekarno-Hatta, Jerry Prima.
Ia menjelaskan bahwa satu proses pemeriksaan melalui corridor gate hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima detik untuk setiap jemaah.
Kecepatan tersebut menjadikan corridor gate sekitar tiga kali lebih cepat dibandingkan fasilitas auto gate konvensional yang selama ini digunakan di sejumlah pintu masuk internasional.
Sepanjang Juni 2026, Bandara Soekarno-Hatta dijadwalkan menerima kedatangan kembali sebanyak 34.853 jemaah haji Indonesia.
Ribuan jemaah tersebut akan tiba secara bertahap melalui 84 kelompok terbang atau kloter yang dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
Adapun jemaah yang kembali melalui Bandara Soekarno-Hatta berasal dari sejumlah embarkasi besar, termasuk Pondok Gede, Bekasi, Provinsi Banten, dan Lampung.
Dengan dukungan teknologi pemeriksaan yang semakin modern, Bandara Soekarno-Hatta berupaya memastikan proses kepulangan jemaah haji berlangsung lebih cepat, tertib, dan nyaman hingga seluruh rangkaian debarkasi 2026 selesai dilaksanakan.***