MEXICO CITY – Upacara pembukaan Piala Dunia 2026 di Mexico City tidak hanya menghadirkan kemeriahan sepak bola dunia, tetapi juga menyuguhkan momen kontroversial ketika bendera Amerika Serikat mendapat sambutan negatif dari sebagian penonton di stadion.
Peristiwa tersebut terjadi saat FIFA menampilkan parade 48 bendera peserta dalam seremoni pembukaan yang digelar sebelum laga perdana Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan pada 11 Juni 2026.
Atmosfer awalnya berlangsung meriah hingga tiga negara tuan rumah bersama, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, diperkenalkan kepada publik yang memenuhi stadion.
Ketika bendera Meksiko muncul di layar stadion, ribuan suporter memberikan tepuk tangan dan sorakan meriah yang menggema di seluruh arena.
Namun suasana berubah saat bendera Amerika Serikat ditampilkan, di mana sorakan dukungan langsung berganti menjadi cemoohan yang terdengar jelas, bahkan terekam dalam siaran televisi internasional.
Tak lama kemudian, antusiasme penonton kembali meningkat ketika bendera Meksiko kembali mendapat sambutan hangat dari para pendukung tuan rumah.
Ketegangan Politik dan Ketimpangan Tuan Rumah
Reaksi terhadap bendera Amerika Serikat dinilai tidak semata-mata dipicu rivalitas olahraga, melainkan juga dipengaruhi sejumlah isu politik yang berkembang menjelang turnamen berlangsung.
Melansir laporan Newsweek, Jumat (12/6/2026), salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, termasuk operasi militer AS terhadap Iran yang turut menjadi peserta Piala Dunia 2026.
Selain faktor politik, sebagian suporter juga menyoroti pembagian pertandingan yang dianggap tidak seimbang antara tiga negara penyelenggara.
Amerika Serikat mendapat jatah menggelar 78 dari total 104 pertandingan sepanjang turnamen, sementara Meksiko dan Kanada hanya menjadi tuan rumah untuk jumlah laga yang jauh lebih sedikit.
Kondisi tersebut memunculkan anggapan bahwa identitas Piala Dunia 2026 lebih didominasi Amerika Serikat dibanding dua negara mitranya.
Bagi sebagian pendukung sepak bola, cemoohan pada malam pembukaan dianggap sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan terhadap situasi tersebut.
“Reaksi penonton mencerminkan kombinasi antara rivalitas olahraga dan dinamika politik yang berkembang menjelang turnamen.”
Reaksi Serupa Muncul di Kanada
Fenomena tersebut ternyata tidak hanya terjadi di Mexico City.
Laporan dari FIFA Fan Festival di Toronto menunjukkan sebagian penonton yang menyaksikan siaran langsung upacara pembukaan juga memberikan respons serupa saat Amerika Serikat diperkenalkan sebagai salah satu tuan rumah.
Ketika bendera Kanada dan Meksiko muncul di layar raksasa, para penonton memberikan tepuk tangan meriah.
Namun saat giliran bendera Amerika Serikat ditampilkan, terdengar gelombang cemoohan dari area nonton bersama tersebut.
Perbedaan respons itu semakin memperlihatkan adanya sentimen yang berkembang di sejumlah kalangan pendukung sepak bola Amerika Utara.
Rivalitas AS-Meksiko Kembali Mengemuka
Ketegangan yang muncul dalam seremoni pembukaan juga tidak lepas dari sejarah panjang rivalitas sepak bola antara Amerika Serikat dan Meksiko.
Pada dekade-dekade awal, Meksiko mendominasi pertemuan kedua negara dalam berbagai ajang internasional.
Namun sejak awal 2000-an, Amerika Serikat mulai lebih sering memenangkan pertandingan penting, termasuk sejumlah laga dengan skor identik 2-0 yang dikenal luas dengan istilah “Dos a Cero”.
Skor tersebut kemudian berkembang menjadi simbol keberhasilan Amerika Serikat atas rival regionalnya dan terus dikenang oleh kedua kelompok suporter hingga saat ini.
Sejarah panjang itu membuat tensi persaingan kembali muncul ketika kedua negara tampil di panggung pembukaan Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah.
Jadwal Piala Dunia Berlanjut
Fase grup Piala Dunia 2026 berlangsung mulai 11 hingga 27 Juni dengan pertandingan tersebar di 16 kota tuan rumah di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Tim nasional Amerika Serikat dijadwalkan memulai perjalanan mereka menghadapi Paraguay di Los Angeles.
Sementara itu, babak gugur akan dimulai pada 28 Juni sebelum berakhir dengan partai final yang digelar di New York–New Jersey pada 19 Juli 2026.
Atmosfer yang muncul pada malam pembukaan menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga membawa dinamika sosial, politik, dan rivalitas regional yang diperkirakan akan terus mewarnai jalannya turnamen.***