JAKARTA – Nama Pedro Leitão Brito atau yang lebih dikenal sebagai Bubista menjadi simbol kebangkitan sepak bola Tanjung Verde setelah berhasil mengantarkan negaranya mencetak sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 untuk pertama kali.
Pelatih kelahiran Boa Vista pada 6 Januari 1970 tersebut merupakan mantan bek tengah yang memiliki perjalanan panjang sebagai pemain sekaligus pelatih sebelum dipercaya menangani tim nasional pada awal 2020.
Keberhasilan Bubista membawa Tanjung Verde tampil di panggung sepak bola dunia menjadikannya salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah olahraga negara kepulauan di Samudra Atlantik tersebut.
Mengawali Karier dari Lapangan Hijau
Sebelum menjadi pelatih, Bubista terlebih dahulu meniti karier sebagai pemain profesional yang berposisi sebagai bek tengah dengan tinggi badan sekitar 180 sentimeter.
Pada pertengahan dekade 1990-an, ia sempat memperkuat klub Spanyol Badajoz di kompetisi Segunda División dan mencatat dua penampilan liga.
Kariernya kemudian berlanjut bersama klub Angola ASA selama enam musim sebelum kembali ke Tanjung Verde dan memperkuat Falcões do Norte hingga mengakhiri karier bermain.
Pernah Menjadi Kapten Tim Nasional
Bubista menjalani debut bersama Tim Nasional Tanjung Verde pada awal dekade 1990-an dan kemudian dipercaya mengenakan ban kapten.
Sepanjang karier internasionalnya, ia tampil dalam lebih dari dua puluh pertandingan sebagai salah satu pemain bertahan andalan negaranya.
Pengalaman panjang sebagai pemain internasional menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kepelatihan.
Membangun tim yang mampu bersaing di level tertinggi membutuhkan kesabaran, disiplin, dan keyakinan terhadap kemampuan para pemain.
Menapaki Karier Kepelatihan dari Kompetisi Domestik
Usai gantung sepatu, Bubista mengasah kemampuan melatih bersama sejumlah klub di Tanjung Verde, termasuk Mindelense, Académica do Mindelo, Sporting Praia, dan Batuque.
Pengalaman tersebut membentuk karakter kepelatihannya sebelum akhirnya menerima kepercayaan sebagai pelatih kepala Tim Nasional Tanjung Verde pada Januari 2020.
Mengantar Tanjung Verde Menjadi Kekuatan Baru Afrika
Di bawah arahannya, Tanjung Verde berhasil memastikan tiket ke Piala Afrika 2021 melalui kemenangan penting atas Mozambik pada laga terakhir babak kualifikasi.
Prestasi itu berlanjut dengan keberhasilan lolos ke Piala Afrika 2023, di mana tim mampu menembus babak perempat final dan menunjukkan perkembangan signifikan di level kontinental.
Puncak pencapaiannya hadir pada 13 Oktober 2025 ketika Tanjung Verde mengalahkan Eswatini dengan skor telak 3-0 untuk memastikan tiket menuju Piala Dunia FIFA pertama sepanjang sejarah negara tersebut.
Keberhasilan itu juga menjadikan Tanjung Verde sebagai negara dengan populasi kecil kedua yang berhasil lolos ke Piala Dunia setelah Islandia.
Dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Afrika
Kesuksesan bersejarah tersebut mengantarkan Bubista meraih penghargaan Pelatih Terbaik Afrika 2025 sebagai bentuk pengakuan atas pencapaiannya mengangkat prestasi sepak bola Tanjung Verde.
Penghargaan itu sekaligus mengukuhkan namanya sebagai salah satu pelatih paling sukses yang pernah dimiliki negara tersebut.
Statistik Bersama Tim Nasional
Hingga pertandingan yang dimainkan pada 26 Juni 2026, Bubista telah memimpin Tanjung Verde dalam 67 pertandingan.
Dari jumlah tersebut, tim mencatat 31 kemenangan, 19 hasil imbang, dan 17 kekalahan.
Persentase kemenangan Bubista bersama tim nasional mencapai 46,27 persen.
Pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, tangan dingin Bubista Kembali dinantikan saat menghadapi peraih tiga kali juara dunia Argentina.
Laga Cape Verde vs Argentina berlangsung Sabtu (4/7/2026) pukul 05.00 WIB di Hard Rock Stadium (Miami Gardens, Florida).
Prestasi
Sebagai Pemain : Juara Girabola 2002 bersama ASA.
Sebagai Pelatih:
- Juara Liga Tanjung Verde 2013 bersama CS Mindelense.
- Juara São Vicente Premier Division musim 2012–2013.
- Pelatih Terbaik Afrika (CAF Coach of the Year) 2025.***