JAKARTA – Pengungkapan brankas tersembunyi di balik dinding sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyisakan cerita menarik. Di balik operasi penggeledahan yang dilakukan penyidik dalam penyidikan tiga perkara dugaan korupsi, terdapat peran seorang ahli kunci yang dipercaya membuka brankas dengan sistem keamanan tinggi tersebut.
Ahli kunci bernama Roy mengaku mendapat permintaan langsung dari penyidik untuk membantu membuka brankas yang berada di lantai dua rumah. Lokasi penyimpanannya pun tidak biasa karena disembunyikan di balik dinding kamuflase yang sekilas tampak seperti bagian normal bangunan.
Roy mengatakan, dirinya baru mengetahui tingkat kerumitan pekerjaan itu setelah melihat langsung jenis brankas yang harus dibuka.
“Brankasnya memang bukan brankas biasa. Sistem pengamanannya cukup tinggi,” ujarnya.
Menurut Roy, proses pembukaan tidak bisa dilakukan secara instan. Tahap pertama adalah membuka mekanisme penguncian menggunakan peralatan khusus yang biasa digunakan ahli kunci profesional.
Setelah sistem kunci berhasil dilepas, pekerjaan berlanjut menggunakan mesin gerinda untuk membuka bagian tertentu dari brankas karena konstruksi pengamannya cukup kuat.
“Pertama dibuka dulu sistem kuncinya, setelah itu baru dilakukan pemotongan pada bagian tertentu menggunakan gerinda,” jelasnya.
Roy menilai kualitas brankas tersebut tergolong premium. Materialnya dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap isi di dalamnya sehingga membutuhkan teknik khusus saat dibuka.
Ia memperkirakan harga satu unit brankas seperti itu mencapai sekitar Rp20 juta, bergantung pada ukuran serta spesifikasi keamanan yang digunakan.
Yang membuat Roy semakin terkejut bukan hanya sistem pengamanan brankas, tetapi juga lokasi penyimpanannya.
Brankas tersebut ternyata berada di balik sebuah dinding yang sengaja dibuat menyerupai bagian biasa dari rumah sehingga sulit dikenali. Di balik pintu kamuflase itu terdapat sebuah ruang kecil berukuran sekitar 1,5 meter yang diduga memang dirancang sebagai tempat penyimpanan barang-barang berharga.
“Kalau tidak diberi tahu, orang mungkin tidak akan menyangka ada ruangan di balik dinding itu,” ungkap Roy.
Keberadaan ruang rahasia tersebut menunjukkan adanya upaya menyamarkan lokasi penyimpanan aset agar tidak mudah ditemukan.
Setelah proses pembongkaran selesai, penyidik menemukan emas batangan dengan total berat sekitar 74 kilogram yang tersimpan di dalam brankas. Seluruh emas tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti dalam penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang tengah ditangani aparat penegak hukum.
Temuan emas dalam jumlah besar itu kini menjadi salah satu barang bukti penting yang akan didalami penyidik. Aparat masih menelusuri asal-usul kepemilikan emas tersebut serta kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang diusut.
Selain emas, penyidik juga mendata berbagai barang lain yang ditemukan selama penggeledahan. Seluruh barang bukti akan dianalisis untuk menelusuri aliran aset sekaligus memperkuat konstruksi perkara.
Hingga kini, proses penyidikan masih terus berlangsung. Penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi, penelusuran aset, serta pendalaman terhadap seluruh barang bukti yang telah diamankan.
Penyitaan aset merupakan salah satu langkah penting dalam penanganan perkara korupsi. Selain mengamankan barang yang diduga berasal dari hasil tindak pidana, penyitaan juga bertujuan mencegah aset dipindahtangankan selama proses hukum berjalan.
Temuan brankas rahasia berisi emas seberat 74 kilogram di rumah mewah kawasan Sentul pun menjadi perhatian publik karena menunjukkan bagaimana penyidik tidak hanya menelusuri dokumen dan transaksi keuangan, tetapi juga melakukan pencarian terhadap aset-aset yang diduga sengaja disembunyikan. Sementara itu, asal-usul emas tersebut masih terus didalami sebagai bagian dari proses penyidikan yang sedang berlangsung. (ACH)