JAKARTA – Pemerintah memastikan tarif listrik PLN untuk periode Juli hingga September 2026 tidak mengalami perubahan.
Keputusan tersebut membuat harga token listrik prabayar tetap mengacu pada tarif yang telah berlaku sebelumnya.
Pelanggan dapat menghitung estimasi listrik yang diterima sebelum membeli token melalui layanan digital resmi PLN.
Nominal pembelian token tidak sepenuhnya berubah menjadi kWh karena terdapat sejumlah komponen pengurang.
Besaran token akan dipotong biaya administrasi, Pajak Penerangan Jalan, serta materai sesuai ketentuan transaksi.
Perbedaan besaran PPJ di setiap daerah membuat jumlah kWh yang diterima pelanggan dapat berbeda.
PLN menyediakan aplikasi PLN Mobile sebagai sarana resmi untuk menghitung estimasi token listrik.
Layanan serupa juga tersedia melalui website resmi PLN tanpa harus memasang aplikasi.
Tarif listrik rumah tangga non-subsidi 900 VA tetap sebesar Rp1.352 per kWh.
Tarif pelanggan rumah tangga 1.300 VA masih berada di angka Rp1.444,70 per kWh.
Tarif yang sama juga berlaku bagi pelanggan rumah tangga berdaya 2.200 VA.
Pelanggan rumah tangga 3.500 hingga 5.500 VA dikenai tarif Rp1.699,53 per kWh.
Tarif Rp1.699,53 per kWh juga berlaku bagi pelanggan rumah tangga 6.600 VA ke atas.
Untuk pelanggan subsidi, tarif listrik 450 VA tetap Rp415 per kWh.
Sementara pelanggan subsidi 900 VA masih dikenai tarif Rp605 per kWh.
Sebagai ilustrasi, pembelian token Rp100.000 untuk daya 1.300 VA menghasilkan sekitar 56 hingga 72 kWh.
Jumlah tersebut bergantung pada besaran PPJ yang berlaku di kota atau kabupaten masing-masing.
Rincian Tarif Listrik PLN Juli 2026
Pemerintah menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) untuk Triwulan III 2026 atau periode Juli–September tetap, sehingga harga token listrik prabayar masih mengacu pada tarif yang berlaku sebelumnya.
Tarif Listrik Rumah Tangga Non-Subsidi
- R-1/TR 900 VA: Rp1.352 per kWh
- R-1/TR 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh
- R-1/TR 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh
- R-2/TR 3.500 VA–5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh
- R-3/TR 6.600 VA ke atas: Rp1.699,53 per kWh
Tarif Listrik Rumah Tangga Subsidi
- 450 VA: Rp415 per kWh
- 900 VA: Rp605 per kWh
Cara Cek Harga Token Melalui PLN Mobile
- Unduh aplikasi PLN Mobile melalui Google Play Store atau App Store.
- Buka aplikasi, lalu daftar menggunakan nomor ponsel atau email aktif.
- Login ke akun yang telah dibuat.
- Pilih menu Simulasi Biaya.
- Pilih layanan Listrik Prabayar.
- Masukkan ID Pelanggan atau Nomor Meter.
- Ketik nominal pembelian token yang diinginkan.
- Tekan tombol Hitung.
- Sistem akan menampilkan estimasi kWh yang diterima beserta rincian biaya administrasi, PPJ, dan potongan lainnya.
Cara Cek Harga Token Melalui Website PLN
- Buka website resmi PLN.
- Masuk ke menu layanan pelanggan atau simulasi token prabayar.
- Pilih golongan tarif pelanggan.
- Masukkan daya listrik rumah.
- Tentukan wilayah domisili agar sistem menghitung PPJ sesuai daerah.
- Masukkan nominal pembelian token.
- Sistem akan menampilkan estimasi jumlah kWh yang diperoleh setelah dikurangi berbagai komponen biaya.
Simulasi Pembelian Token Listrik
Besaran kWh yang diterima berbeda di setiap daerah karena dipengaruhi PPJ, biaya administrasi, dan materai. Berikut estimasi untuk pelanggan 1.300 VA.
Nominal Pembelian Estimasi kWh*
- Rp20.000 sekitar 10–14 kWh
- Rp50.000 sekitar 28–36 kWh
- Rp100.000 sekitar 56–72 kWh
- Rp200.000 sekitar 112–144 kWh
- Rp500.000 sekitar 280–360 kWh
*Estimasi dapat berbeda tergantung besaran PPJ dan biaya administrasi di masing-masing daerah.
Faktor yang Memengaruhi Jumlah kWh
- Tarif listrik sesuai golongan pelanggan.
- Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah.
- Biaya administrasi bank atau kanal pembayaran.
- Biaya materai untuk transaksi sesuai ketentuan.
- Nominal pembelian token.
Keuntungan Menggunakan PLN Mobile dan Website PLN
- Mengetahui estimasi kWh sebelum membeli.
- Menghitung potongan biaya secara transparan.
- Membantu mengatur anggaran listrik bulanan.
- Meminimalkan kesalahan saat membeli token.
- Dapat diakses kapan saja melalui ponsel maupun komputer.***